Monday, February 20, 2017

Pengalaman HSG - PPE 5

Sekarang saya mw singkat judul perjalanan promil episode jadi PPE. Hahaha. Biar ada judul utama nya dan judul penyerta. Semoga bisa menginspirasi orang2 yang googling masalah ini. Aamiin.

Senin kemarin 20 februari 2017 tepat saat hari ke 10 pasca menstruasi, saya menjalani tes HSG. HSG adalah histersalpinografi yang dilakukan dengan memasukkan cairan kontras ke dalam lubang vagina sampai ke saluran telur dan di rontgen seperti klo kita rontgen paru-paru cuma difokuskan di daerah rahim. Fungsi pemeriksaan ini adalah untuk melihat apakan ada sumbatan di daerah tuba atau saluran telur, melihat ada atau tidak nya perlengketan di daerah rahim, dan untuk mengevaluasi bentuk serta ukuran rahim dan saluran telur.

Prosedur awal sebelum HSG itu kita harus membuat jadwal dengan laboratorium yang mendukung Karena biasanya full booked dan dokter hanya Mau periksa 1-2 pasien aja sehari. Kemarin saya booking di Lab Pramita Jl. Riau Bandung. Dan pemeriksaan HSG harus atas rekomendasi dokter yaaaa. Biaya untuk pemeriksaan HSG sekitar 1,2jt an.

Instruksi sebelum HSG :
1. HSG dilakukan H9 - H12 pasca menstruasi. Karena saat itu menstruasi sudah selesai dan ovulasi belum dimulai.

2. kita tidak boleh berhubungan sebelum tes dilakukan. Tapiiii Karena kemarin suami sudah ga tahan. Kita tetap berhubungan tapi tidak dikeluarkan di dalam. Alasan kenapa sebelum HSG dilarang berhubungan sebenernya Karena takut sudah ada sel telur yang dibuahi. HSG sendiri kan prosesnya berhubungan dengan sinar radiasi dan berbahaya untuk janin. Jadi dilarang untuk berhubungan. Tapi ya sudah lah kemarin kita nakal toh tidak dikeluarkan di dalam. Hehe. Semoga tidak apa-apa.

2. Sebelum HSG kita wajib mencukur bulu kemaluan serapi mungkin. Malu kan ya sama dokter nya nanti. Hehe. Lebih untuk kemudahan alat yang dimasukkin nanti sih sebenernya. Jadi harus bersih dan rapi yaaa.

3. Kita wajib bawa pembalut. Karena nanti akan keluar sisa2 cairan kontras bercampur darah setelah dilakukan HSG.

Prosedur HSG :
- kita di minta untuk melepas seluruh baju kecuali BH. Dan memakai pakaian khas sebelum rontgen.

- kita disuruh berbaring di atas meja rontgen. Mirip meja operasi dan di atasnya ada kamera. Bukan kamera canon atau Nikon. Tapi kamera rontgen. Hehe.

- petugas rontgen akan menginstrusikan kita untuk ngangkang. Mirip orang Mau melahirkan. Itu bener2 malu bangeeeeet. Apalagi dokter nya cowok. Astagfirulloh... Semoga ini pemeriksaan HSG yang pertama dan terakhir. Udah pasrah aja ngangkang nya.

- setelah semua siap. Dokter mengolesi area vagina sampai anus dengan cairan betadin. Fungsinya untuk sterilisasi area yang nanti Mau di eksekusi.

- setelah itu dimasukkan alat cocor bebek dan gatau alat lainnya untuk membuka saluran vagina. Dan rasanyaaaaaaaaa linu2 gimanaaaa gitu. Harus rileks intinya klo tegang Pasti kerasa sakit.

- setelah alat sudah terpasang. Dokter bilang, "nanti saya masukin cairan kontras ya. Rasanya agak mules. Ibu tahan sebentar ya.". Habis itu di masukin lah cairan kontrasnya. Warna nya bening kaya air biasa. Pas di masukin cairan rasanya muleeees kaya menstruasi. Disemprot beberapa Kali. Dan setiap 1 semprotan kerasa mules nya. Subhanallah. Perjuangan untukmu nak... T.T

- setelah cairan masuk. Dokter langsung keluar ruangan dan menginstrusika saya untuk tidak bergerak Karena Mau dilakukan pemotretan a.k.a di rontgen.

- rontgen dilakukan 2 Kali jekrek. Setelah itu disuruh bersih2 kemaluan. Dan di rontgen lagi 2 jekrek. Total ada 4 jekrek sekali pemeriksaan HSG.

- setelah itu selesai. Kita Pakai baju lagi dan jangan lupa Pakai pembalut. Lumayan keluar bercak darah dan cairan kontras nya.

- dokter meresepkan antibiotic untuk pencegahan infeksi. Antibiotiknya cefixime 200mg 2dd1.

Selesai deh. Intinya sih jangan tegang. Rasanya sedikit linu saat dimasukkan alat dan sedikit mules saat dimasukkan cairan kontras. Habisnya sih ga sakit sama sekali. Biasa aja. Cuma mules2 biasa aja. Dan keluar bercak darah sedikit. Mungkin luka saat memasukkan alat. Ga sakit berlebihan. Besok nya pun udah bisa berhubungan lagi.

Apa yang orang2 bilang di forum dan blog ga seserem yang dibayangin. Biasa aja. Ya gitu aja. Hehehe

Hasil pemeriksaan saya keluar hari itu juga di siang harinya. Dan Alhamdulillah hasil pemeriksaan menunjukkan ;
1. Tidak ada kelainan
2. Kedua tuba patent (tidak ada sumbatan)
3. Tidak terlihat adanya perlengketan
4. Cavum uteri besar

Alhamdulillah.... Next konsul ke Sp.OG H-12 untuk melihat sel telur. Bismillah. Semoga sehat ya Allah. Aamiin.

Sunday, February 5, 2017

Perjalanan Promil Episode 4 - Eturol 400mg

Siang itu saya ijin pulang ngantor lebih awal Karena harus mengejar jadwal kereta api Banjar-Bandung dan mengejar jadwal konsultasi ke dokter urologi. Jam 10 pagi saya sudah naik bus dari kantor ke arah stasiun yang jaraknya ditempuh dalam waktu 1 jam. alhamdulillah saya tidak terlambat datang ke stasiun dan naik kereta tepat waktu. Saya tiba di Bandung jam 4 sore dan harus menunggu jemput an suami yang jam pulang kantornya jam stgh 5 sore. Kebetulan jarak stasiun dan kantor suami ga terlalu jauh.

Tapiiii sayangnya Suami baru tiba menjemput saya jam setengah 6 Karena dia harus pulang terlebih dahulu ke rumah untuk menggambil helm saya yang tertinggal. Padahal pagi-pagi buta sudah saya ingatkan untuk menyiapkan semuanya supaya tidak terlambat konsultasi. Hooosh rungsing bukan main karena kecerobohan bapak negara ini dan alhasil kita terlambat untuk bertemu dokter urologi yang dituju. Karena beliau sudah pulang dan menyudahi jam praktek sore nya.
PERCUMA. Percuma saya pulang ngantor lebih awal demi ngejar jadwal kontrol ke dokter tapi ujung2 nya ga jadi gara-gara suami telat jemput. kita jadi sia-sia dateng ke rumah sakit. Akhirnya di jalan banyak drama. Kenapaaaaaa.... Telaaaaaaat.... T.T huhuhu

Karena jadwal saya pulang ke Bandung itu bulan berikutnya dan dokter urologi yang satu itu jadwal praktek nya susah untuk disesuaikan dengan kondisi kitaa, kita memutuskan untuk mengganti dokter dengan jadwal yang lebih fleksibel. Kita memutuskan untuk berobat ke RS. Santosa saja karena bisa rawat jalan di hari sabtu. Kita dipertemukan dengan dr. Ronald Rusmin Sp.B-Sp.U. antriannya cukup panjang. Kita dateng jam 10 dan dapet antrian ke 11 dan belum satu pun pasien dipanggil.

Setelah Akhirnya menunggu sekitar 1 jam kita Akhirnya bisa masuk ruangan konsul dan ketemu dokter nya. Mulailah kita cerita Dari awal dan menyerahkan semua hasil pemeriksaan suami. Alhamdulillah kita dipertemukan sama dokter yang ramaaaaah bukan main. Beda sama yang kemarin. Mungkin kejadian kemarin ada hikmahnya. Maaf kan kerungsingan kita kemarin yaAllah... ~_~

Dokter nya jelasin Dari mulai kenapa? Gimana? Harus diapakan?
Jadiiiiii ternyata suami terkena varikokel. Varikokel itu pengumpulan darah balik ke jantung di pembuluh vena testis. Penyebabnya Karena katup untuk mengalirkan darah itu terganggu dan blm tau disebabkan apa kenapa si katup itu bermasalah. Varikokel itu bukan mandul toh sperma nya masih ada. Cumaaa Karena ada penumpukan cairan itu aliran sperma dan spermatogenesis jadi terganggu. Jadinya kualitas dan kuantitas sperma berkurang. Tindakan satu-satunya untuk mengobati varikokel itu adalah tindakan operatif. Jadi tindakannya itu mengalirkan darah yang terkumpul lewat katup yang berfungsi baik. Persentase keberhasilan nya hanya 74%, itu Karena pembuluh darah di testis dan katup yang tersedia itu banyak. Mirip labirin. Kita gatau katup mana yg berfungsi dan darahnya Nanti ngalir kemana. Tugas dokter nya hanya mengalihkan aliran darah nya supaya tidak terkumpul di daerah katup yang bermasalah.
Subhanallah.... Mudahkan ikhtiar kita ya Allah... T.T

Trus dokter nya bilang. Hamil itu ttg 2 orang. Jangan hanya 1 orang aja yang di periksa. Jadinyaa saya juga harus menuntaskan pemeriksaan saya ke dokter kandungan. Untuk memastikan kalo saya tidak ada masalah sama sekali. Bismillah.. Semoga baik-baik saja dengan saya. Aamiin.

Selama menanti hasil pemeriksaan saya. Suami ditunda untuk dilakukan tindakan operatif dan dikasih suplemen vitamin E dosis tinggi. Intinya sambil nunggu sambil minum suplemen. Siapa tauuuu... Siapa tauuu yaaaa pake vitamin juga bisa berubah kualitas dan kuantitas sperma nya. Wallahi. Kita serahkan semuanya sama Allah aja. Ikhtiar ttp jalan.

Suami dikasih vitamin Eturol 400 IU buat sebulan (30kapsul). Harganya 6.714 perbutir. Total jadi sekitar 202rb an. Lumayan yaaah. Gpp laa demiii... Bismillah.

Suami juga wajib analisis sperma lagi setelah suplemen habis dan setelah pemeriksaan saya tuntas.... Dan kontrol setelah semuanya dilakukan...

Sabarkan kami ya Allah. Mudahkan ikhtiar kami... Aamiin.

Monday, January 16, 2017

Perjalanan Promil Episode 3 - USG Doppler

Akhirnyaaaaa kita berdua punya waktu untuk tes lab dan USG Doppler. Kita baru menebus Surat pengantar dr. Ricky buat USG dan tes hormon kemarin hari Sabtu tgl 14 Januari 2017. Molor 2bulan Dari semenjak pemeriksaan awal. Alasannya Karena kita baru punya waktu. Selebihnya kemarin2 kita sibuk sama LDR, jalan2 ke luar kota , dan honeymoon kesekian yang udh di planning dari jauh2 hari.

Sebelum tes lab, kita sudah booking seminggu sebelum tes. Karena memang prosedurnya harus booking terlebih dahulu. Itu Karena dokter nya cuma mw periksa 1-2 pasien aja sehari. Irit yaaa. Heuuuu.

Kita berangkat jam 7 pagi dari rumah. Harusnya sih jam 7 pagi udh ada di lab. Tapi Karena kita hrs sarapan dulu bareng orang tua dan ga bisa skip buru2... Takut malah Nanti ditanya mw kemana, kita akhirnya br bs berangkat jam 7. Emang komiten kita dr awal sih kita *belum* mw cerita masalah ini sama orang tua dan keluarga dekat. Takut bikin kita makin stress, jadinya cukup kita aja yg tau dan jalanin berdua. Saling support berdua. Sedih berdua. Hehehe. Serasa dunia milik berdua pokoknya. Eaaaaa *kok?*

Jam 7.30, kita daftar. Kita udh ga kaget lagi sama biaya lab krn sebelum nya udh survey kaan. Biayanya habis 2,1 jt an lah kira2. Lumayan yaaaa nguras jatah tabungan. Hooooosssshhh. Rinciannya
USG Doppler.          850.000 an
Tes Hormon LH, FSH, Testosterone.     1.100.000 an

Tes pertama itu pengambilan darah buat periksa hormon. Diambil di arteri brachialis tangan dominan. 2 tabung. Saya bener2 kasian liat suami saat itu Karena dia emang takut banget sama jarum suntik, disuntik, dan yang berbau2 medis. Sabar yaaa cintakuuu.
Setelah itu langsung dilanjut tes USG Doppler. USG nya itu dilakukan sama Dokter ahli radiologi. Saat periksa sih saya ga boleh liat. Suami masuk ruang periksa yg di tutup tirai. Saya nunggu di meja konsultasi. Sebenernya kepo sih suami diapain. Tapi ya udah lah nunggu dia cerita langsung aja. Periksa nya cuma bentar. Cuma 10 menit an aja. Kata suami sih ya mirip2 USG perut klo Hamil. Pake gel Trus diraba2 pake alat. Ya begitulah prosesnya.

Setelah Dari situ hasil baru bisa diambil sekitar pukul 2 siang. Dan hasilnyaaaaa sodara2...
Hasil USG Doppler menunjukkan klo testis kanan no problem. Tapi testis Kiri ada varikokel grade I-II.
Hasil tes hormon nya. LH dan FSH normal. Testosterone sedikit rendah dibawah batas normal.

Klo Dari searching2 google sih. Kenapa hrs tes hormon juga.... Itu karena dokter nya Nanti mw tau apakah kualitas dan kuantitas sperma yg kurang baik itu berasal Dari kerusakan pabrik sperma nya atau hanya Karena cedera/infeksi lokal. Tp itu br hasil searching siiih blm dijelasin langsung sama dokter nya.

Yaaaa intinya sekarang udh lumayan agak tenang. Tinggal nunggu waktu lagi kapan bisa konsul sama dokter nya. Untuk bisa tau penjelasan details itu apa, kenapa, dan harus gimana.
Dilemma LDR niii jadinya jarak tes 1 ke selanjutnya harus nunggu saat yang tepat, saat kita ketemuan lagi....

Pokoknya tetep semangat laaaaaaa yaaaaaa. TTC itu melelahkan sodara2. Bersyukurlah buat pasangan yang bisa konsepsi secara Alami tanpa mengalami tes ini dan tes itu....

Semangat ya dear husband. Kita Pasti bisa buat punya keturunan. Aamiin. Aamiin.

Robbi habli milladunka dzurriyatan thoyyibah innaka samii'uddu'aa..

Next.. Konsul again ke Dokter urologi...
Bismillah.

Sunday, November 6, 2016

Perjalanan Promil episode 2 - Urologi

Hari jumat kemaren, 4 Nov 2016, saat yang lainnya sedang heboh demo tentang penistaan agama oleh ahok, saya juga demo di rumah sakit. Hehe. Beda jihad. Semoga jihad nya saya bisa membuahkan generasi qurani yang bisa ikut membela al-quran saat dia dinodai kelak. Aamiin.

Saya hari itu memenuhi janji untuk konsul ke dokter urologi, meneruskan rujukan dari dr. Irnawaty kemarin. Kita datang ke RS. Limijati jam 5 sore dan kebetulan antriannya ga begitu panjang seperti kalau kita antri ke dr. Irnawaty. Kita konsul ke dr. Ricki Adrianjah Sp.U. Bismillah. Saat masuk ruangan dokter, saya melihat sosok seorang dokter yang masih lumayan muda. Wajah nya ga terlalu ramah. Biasa saja. Ekspresinya pun datar. Ya... Mirip2 kaya klo saya sudah Capek ngerjain pasien. Begitu lah kira-kira kesan pertama saya. Heuu heuu heuuu

Setelah dokternya nanya ada apa... Saya dan suami langsung ceritain panjang lebar dari mulai kenapa blm kunjung hamil sampai akhirnya dirujuk oleh dokter kandungan ke beliau. Beliau tidak merespon banyak dengan cerita kita. Beliau hanya ngangguk2 dan langsung mengambil Surat rujukan untuk melakukan tes laboratorium. Kita diberi 2 lembar surat rujukan, satu untuk tes USG Doppler testis bilateral di Laboratorium Pramita Jl. Riau, (dan harus disitu Karena katanya dokter nya yang ahli cuma di lab itu) dan tes hormon (LH, FSH,testosteron).

Dokter nya berjanji apabila hasil laboratorium telah keluar, beliau akan menjelaskan detail tentang apa itu? kenapa bisa terjadi seperti itu? bagaimana proses terjadinya? dan harus dilakukan apa?. Supaya beliau bisa menjelaskan semuanya sesuai data dan fakta *katanya. Beliau hanya membuat Diagnosis sementara yaitu Suspect Varicocele Bilateral. Biaya konsultasi ke dr. Urologi di RS Limijati sekitar Rp.250.000.

Keesokan harinya, saya dan suami berencana untuk survey harga ke laboratorium yang dituju. Setelah menanyakan ke bagian informasi,  ternyata biaya untuk pemeriksaan tersebut lumayan menguras kantong. Untuk USG Doppler testis bilateral harganya Rp. 850.000,- dan untuk tes hormon sekitar Rp. 1.160.000,-. Total sekitar 2jt an.

Karena pada saat itu waktu nya tidak memungkinkan untuk langsung dilakukan  tes, dan Karena alasan saya yang harus balik lagi ke Pangandaran esok harinya, serta ada beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum melaksanakan tes seperti booking  terlebih dulu untuk USG Doppler (Karena hanya 1 pasien/hari) dan tes hormon harus dilakukan jam 7 pagi... Kita memutuskan untuk menunda pemeriksaan lab tersebut sampai saya bisa menemani suami saat pulang di minggu berikutnya.

Satu hal yang bikin saya Capek sama Hal ini *padahal ga boleh ngeluh* Karena saya jauhan sama suami. Suami selalu menolak saat saya meminta dia untuk melakukan pemeriksaan saat saya jadwal pulang ke Bandung, Karena dia lebih ingin happy2 ketimbang harus menerima kenyataan harus periksa ini periksa itu. Saya coba semangati. Saya bujuk supaya waktu kita tidak terbuang sia2. Lebih cepat lebih baik. Prinsip saya sih periksa-periksa iya, happy2 juga iya. 2-2 nya harus jalan.

Peer saya sekarang bertambah. Saya harus bisa tegar dan harus bisa semangat membuat suami tercinta ceria lagi seperti biasa. Saya harus struggle perjalanan jarak jauh tiap bulan demi bisa membuat suami sembuh total Dari penyakitnya. Saat ini saya dituntut janji sama Allah buat nerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan. InsyaAllah.

Semoga ujian ini segera berakhir dan segera membuahkan hasil. Aamiin. :')

I love you ayahku... :)

Wednesday, November 2, 2016

Normal

Duluuuu sebelum nikah, saya selalu bayangin betapa bahagia nya menikah dan setelah nya, berharap punya cerita standar seperti orang2 atau teman2 yang lebih dulu menikah. Yang sehari setelah menikah bisa honeymoon Bali atau luar negeri, pulang-pulang sudah bawa calon bayi, Trus pas Anniversary udah bisa foto lengkap satu formasi, Ayah Ibu dan bayi.

Tapi kenyataannya cerita saya berbeda. Ada episode dimana saya dan suami harus bolak balik rumah sakit demi bisa punya cerita standar seperti yang lainnya. Sedih ya sudah Pasti. Stress ya jangan ditanya. Ada saat-saat pengen nanya sama Allah kenapa cerita nya harus seperti ini. Ga normal seperti yang lainnya. Tapi saya coba ambil hikmah.

Cerita kita memang spesial.... Tapi kita harus tetap bahagia. #TTC
💑

Tuesday, November 1, 2016

Jatuh Terpeleset kena Tulang Ekor

Salah satu chapter dalam kehidupan saya itu ada bagian dimana saya jatuh terduduk dan kena tulang *deket* ekor. Tulang sakrum. Itu luar biasa ngilunya. Beberapa orang Pasti pernah ngalamin.

Kejadiannya itu terjadi saat saya mau berangkat ngantor dan terjatuh dengan cara terpeleset akibat Sol sepatu yang licin dan lantai yang basah kena air hujan.  Saya ga inget gimana mekanisme nya, pokoknya tiba2 saya udh ada di tanah dan susah bangkit. Untung ada Ibu Kontrakan yang bopoh badan saya buat bangun. Pas bangun, sekujur badan saya mulai dibanjiri keringat dingin Trus perut berasa mual Mau muntah.

Saya kuatin badan buat jalan ke Klinik tempat biasa saya praktek sore yang jaraknya ga terlalu jauh. Sesampainya disana saya langsung diinjek analgesik dosis tinggi dan disuruh baring di atas Bantal panas. Rasanya klo Mau bangun Dari tidur, Mau duduk, itu luar biasa ngilu banget. Apalagi klo Mau jongkok pas pipis. Huaaaaaaaah. Mantap.

Awàlnya saya ga berani buat bilang suami ataupun orangtua. Takut mereka khawatir. Tapi setelah dipikir2 ini masalah serius dan saya susah beraktifitas normal,  akhirnya saya beranikan diri untuk bilang. Dan Ibu saat itu juga langsung berangkat Dari bandung ke pangandaran buat jemput anaknya. Benar adanya yaa klo kasih Ibu itu sepanjang masa. Padahal anaknya udh nikah dan udah punya suami tapi teteup anaknya dikhawatirkan.

Sesampainya di Bandung, orangtua langsung mengarahkan saya ke rumah sakit Advent Bandung. Tadinya saya Mau konsul ke dokter saraf tapi ternyata disana ada juga spesialis tulang belakang. Alhamdulillah. Tapi dokter nya itu cuma praktek hari minggu dan itupun sore jam 4 an.

Biaya pendaftaran di rumah sakit Advent dan biaya konsultasi dokter udah digabung dan harus dibayar di awal. Biayanya sekitar Rp. 215.000. Standard lah ya untuk berobat ke spesialis.

Saat di periksa dokter saya cuma disuruh gerak kaya ruku, miringin badan ke kanan Kiri depan belakang Trus disuruh tengkurep. Dokter nya kaget pas liat bagian bokong lebam kebiruan lebar. Ya iya dong kan jatoh sekaligus. Ga kebayang klo korban2 smack down yang dibanting2 badan ya itu linu dan lebamnya sebesar apa. Hiiiii. Dokter Trus ngasih rujukan buat rontgen (kebetulan rumah sakitnya udh include poli rontgen Jadi bisa langsung). Hasil rontgen nya sih tidak menunjukkan adanya fraktur hanya dislokasi sendi tulang sakrum 1 aja. Alhamdulillah.

Setelah di periksa beres saya dikasih Surat sakit untuk istirahat selama 2 minggu. Instruksi selama 2 minggu itu saya harus sholat sambil duduk dulu, ga boleh banyak gerak, klo duduk di tempat empuk *atau bisa pake Bantal Donat*, dan wajib Pakai korset lumbal-sakrum selama 23 jam.

Total biaya pengobatan untuk jatoh kepeleset itu:
Biaya pemeriksaan Rp. 215.000
Rontgen Rp. 312.000
Obat (voltaren) Rp. 140.000
Korset Lumbal-Sakrum Rp. 700.000

Lumayan yaaaaa.
Sekarang2 saya mulai belajar jalan anggun yang tiap langkahnya Diliat dulu. Trus harus pelan-pelan. Ga boleh rusuh. Harus kaya Princess pokoknya.
Karena jatoh terpeleset aja biayanya ternyata mahaaaal broo. Hoooosssssh.

Monday, October 31, 2016

Perjalanan Promil Episode 1 - Analisis Sperma

Bismillah. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat buat pasangan2 yang belum kunjung dikaruniai keturunan seperti kami. Mulai yaaa....

24 Oktober 2016 adalah tanggal dimana tepat kita sudah menikah selama 1th. Tapi tanda2 hadirnya buah hati belum juga menampakkan dirinya. Orang tua juga mertua, tetangga-tetangga, sodara2, mulai sering banget nanyain masalah ini. Dan kita cuma bisa senyum sambil bilang "doain aja...".

Berbagai macam asupan alami hasil searching google dan blogging sudah kita coba. Minum susu kambing, makan tauge, konsumsi vitamin E dan asam folat, minum madu penyubur, dan coba rutin minum jus diva sudah jadi makanan rutin kita sehari2. Terakhir suami merutinkan makan buah tomat dan semangka. Tapi tetap usaha kita blm di ACC juga sama Allah buat diberikan keturunan.

Bulan Agustus lalu, orangtua menyarankan kita untuk menjalani pengobatan alternatif. Itupun hasil info dari tetangga yang berhasil dari pengobatan itu. Katanya dipijat dibagian rahim. Agak serem sih sebenernya. Akhirnya kita coba Cari alamat yang disuruh. Mungkin enggak jodoh dan belum rejeki, kita sama sekali tidak bisa menemukan rumah Tukang pijat itu. Mungkin bukan jalannya Dari Allah untuk kita buat dateng ke Tukang pijit Kali ya.

Bulan Oktober tiba, saya dan suami yang emang sudah berkomitmen untuk apabila program alami belum membuahkan hasil, kita akan mulai program ke dokter kandungan. Setelah googling, ditentukanlah hari kapan saya harus berkonsultasi. Yaitu hari ke-2 Menstruasi.

Kita pertama Kali berobat ke dr. Irnawaty Muhadji Sp.OG di RS Limijati. Kita memilih dokter itu Karena memang jadwal yang masih ada jam segitu ya dokter itu. Tadinya Mau ke dokter yang direkomendasiin blogger dan beberapa teman kuliah. Tapi harus booking jadwal dan hari itu sudah full booked. Ribet. Sedangkan hari ke-2 menstruasi saya kadang sulit terprediksi. akhirnya pilih dokter yang agak flexible.

Awal periksa saya di periksa USG perut bukan transvaginal. Berharapnya sih transvaginal. Tp ternyata enggak. Alhamdulillah dokter nya bilang ga ada apa2 sama rahim saya. Tidak terlihat adanya kista ataupun miom. Dan memang menstruasi saya lumayan teratur dan jarang menimbulkan nyeri hebat. Kalau orang2 kan klo menstruasi bisa sampai pingsan, Alhamdulillah saya ga sampai segitu nya. Nyeri nya pun msh dalam tahap wajar. Setelah di periksa dokter memberikan Surat rujukan untuk suami melakukan analisis sperma. Dan menyuruh kontrol hari ke-14 pasca menstruasi untuk dilihat ukuran sel telur saya. 

Suami Alhamdulillah sudah siap dengan segala konsekuensinya. Baik itu mental dan financial. Oh ya biaya awal berobat ke limijati saya dikasih free consultation. Karena teman sejawat katanya. Alhamdulillah. Saya cuma bayar obat sekitar Rp. 272.000 dan biaya administrasi Rp. 20.000. Obatnya itu Clomiphen Citrate sama Inlactin.

Sebelum analisis sperma, dokter nyaranin untuk absen berhubungan selama 3hr. Karena kebetulan saya sedang haid dan terakhir berhubungan sehari sebelum haid. Kita memutuskan untuk melakukan analisis sperma hari ke-4. Kita di rekomendasi kan analisis sperma di RS. Limijati Lt. 5 bagian BFC (Bandung Fertility Center). Tempat nya program bayi tabung dan terapi kesuburan.

Sebenernya beberapa minggu lalu saya dan suami inisiatif buat analisis sperma di prodia wastukencana Bandung. Cumaaaa Karena itu pengalaman pertama suami, dan di prodia itu tempat *pengeluarannya* kurang nyaman, suami stress bukan main. Alhasil air mani yg keluar cuma dikit dan hasil test nya ga bisa dibaca.

Lanjut ke analiais sperma di BFC. Sekedar info klo BFC di limijati itu buka jam 9. Kita dateng kepagian. Jam stgh 9 udh di tempat. Jadinya kita nunggu. Suami udh saya siapin handuk, dan baju ganti. Sebelum nya juga dia gamau Mandi krn bakalan Mandi lagi setelah tes SA (sperma analisis).

Pas masuk ruangan BFC, kesan pertama saya dan suami ngerasa mewah banget, nyaman, bersih, dan wangi. Setelah daftar, kita dipanggil ke ruangam khusus. Ruangannya remang2 kaya motel di film2 Korea. Ada kasur kecil ukuran single, TV (tapi gatau gimana Cara nyalainnya), kamar Mandi dan wastafel. Nyaman banget dibanding waktu ke PR*dia. Bisa langsung Mandi lagi.

Karena mungkin tempat nya nyaman. Suami lebih rileks dan cepet keluar nya. Jumlah air Mani yang keluar pun lebih banyak dibanding analisis pertama. Akhirnya suami langsung Mandi, trus pulang dan melupakan akan bagaimana hasil SA nya. Biaya untuk analisis sperma di BFC Limijati itu Rp. 350.000 lebih murah Dari lab2 tapi kualitas dan tempat nya nyaman banget. Worthed laaaah. TOP.

Hasil SA baru bisa diambil keesokan harinya jam 3-4 sore. Setelah buka hasil nya. Jeng jeeeeng. Hasil nya menakjubkan. Hasil analisis sperma suami Severe Oligoasthenoterathozoospermia. Lengkap sudah diagnosisnya. Saya jelasin ya.... Oligo artinya jumlah sperma nya sangat sedikit, sperma suami hanya sekitar 3jt Dari yang seharusnya >15jt. Jadi hanya ada 1jt sperma/1ml air Mani yang keluar. Trus Astheno artinya gerakan sperma nya lemah, untuk yang immotile atau yang enggak bergerak sama sekali hampir 75%. Dan terakhir terato artinya bentuk nya abnormal entah itu bagian kepala ataupun ekornya. Morfologi normal nya 0%. Sama sekali ga ada morfologi sperma yang normal.

Setelah baca hasil nya dan konsul kembali ke dr. Irnawaty, kita dirujuk ke spesialis urologi. Takutnyaaa... Suami ada varikokel Karena hasil SA kurang bagus. Suami setelah itu sempet ngedown. Stress. Lebih sering diem dan merenung. Klo ngobrol via telfon pun kedengeran kurang semangat. Tapi saya coba ikhlas dan pasrah. Mungkin ini ujian Dari Allah buat kita supaya kita jauh lebih dekat sama Allah.

Sekarang setelah suami google dan mendapat pencerahan kalau masih bisa diobati, suami mulai semangat dan ceria lagi. Masih ada harapan. InsyaAllah. Allah Pasti tidak akan membebani hambanya diluar kemampuan hambanya. Percaya.

Untuk pengobatan alami, suami rutin makan semangka setiap hari dan buah tomat sesekali *Karena beliau ga terlalu suka tomat. Untuk perjalanan dan cerita ke spesialis urologi kita lanjut di episode berikut nya.

Semoga Allah permudah ikhtiar kita. Aamiin. Bismillah. :')