Sunday, October 29, 2017

Once upon a time...

Kali ini saya Mau cerita tentang Maha Dasyat nya Skenario yang Allah buat untuk makhluk Nya. Yang bahkan diluar nalar duniawi dan rasanya seperti ajaib.

2th selama menjalani lika-liku pernikahan kami, tak pernah terbayangkan bahwa cerita hidup dan jalan rejeki yang Allah beri akan se-sempurna ini. Saya dan suami lebih banyak kufur daripada bersyukur akan nikmat yang Allah beri. Astagfirulloh. Astagfirulloh. Astagfirulohal'adziim. T.T

Bayangkan, sehari sehabis pesta pernikahan saja kami sudah melupakan nikmat nya menikah. Yang bahkan banyak diluaran Sana masih bermimpi dan berkhayal untuk bisa segera bertemu jodohnya atau terkumpul Rizki nya untuk segera menikah. Kami bukan sibuk bersyukur tapi sibuk berharap harapan baru akan hadirnya buah hati. Padahal menikmati peran baru sebagai suami istri pun belum lengkap dijalani.

Tapi Allah terus mencurahkan cinta kasih dan rejeki yang luar biasa kepada kami walaupun kami jarang sekali bersyukur. Yang baru kami sadari saat ini saat potongan puzzle selama 2th ini mulai terangkai berbentuk cerita yang jika dijadikan Skenario film akan jadi film yang bermakna.....

Belum genap 1 minggu menikah kami sudah bisa beli Mobil baru. Saya sudah punya tempat praktek pribadi. Belum lagi saya mendapat kesempatan dapat tempat tinggal Kontrakan baru yang baru saja dibangun. Semuanya saya dan suami Isi dengan perabot2 baru; Kasur baru, Lemari baru, kompor baru, dan TV baru. Bahagia layaknya para Pengantin baru yang sedang membuka lembaran hidup baru.

Bulan demi bulan dijalani, Allah tak henti memberi banyak kejutan. Kami tak pernah kekurangan rejeki. Allah mudahkan kami untuk bisa menabung setiap bulan yang pada akhirnya tepat setahun pasca menikah, kami mendapat hadiah motor dari bank tempat kami menabung. Kami senang tidak terperi. Bergulat batin apakah ini mimpi atau kenyataan.

Capaian-capaian kecil yang kami impi-impikan sebelum menikah pun lambat laun Allah permudah. Bisa jalan-jalan, bisa makan enak, bisa ajak orang tua senang-senang, bisa beli sesuatu barang, jadi moment terbaik selama kami menjalani 2th pernikahan ini yang kadang lupa untuk kami syukuri. Padahal kami tak pernah membayangkan akan seperti apa kehidupan kami setelah menikah. Yang kata banyak orang bilang bahwa Rejeki makin berlipat setelah menikah mulai terasa oleh kami. 

Tapi....Jarak dan waktu selalu jadi kendala saya untuk tidak bersyukur akan nikmat maha sempurna yang Allah beri untuk kami. Saya lebih banyak mengeluh, marah-marah, sedih, Karena rasa kesepian dan lelah berjauhan dengan suami. Kadang hampir menangis tiap malam dan menyalahkan keadaan. Beruntung, suami saya tipe orang yang luar biasa sabar, tak pernah terdengar nada melengking, atau hentakan saat lelah mendengar keluh kesah istri nya yang hampir tiap hari mengeluh.

Astagfirulloh astagfirulloh..... Astagfirullohhal'adziim......

Belum lagi masalah keturunan. Hampir setiap obrolan tentang ini kami selalu berselisih paham. Saya yang tipe orang medis apa-apa Harus sesuai protap dan SOP dan suami tipe orang teknik yang lebih memilih praktek ketimbang teori membuat kami sering berdebat satu sama lain. Setahun belakangan jadi taun terlelah bagi kami. Selain Harus selalu berdebat, kami Harus menjalani berbagai pemeriksaan dan mendapat hasil yang kurang membahagiakan.

Tapi Allah selalu membuat kami sadar bahwa setiap segala sesuatu ada waktu terbaik nya. Kami diajarkan untuk selalu bersabar dan besyukur. Allah beri kesedihan tapi diujung Sana Allah janjikan Kebahagiaan. Akhirnya tepat 2th pernikahan kami, kami dikaruniai 2 garis merah pada test pack kehamilan. Dan Allah permudah untuk menghidupkan janin yang saya kandung dalam keadaan sehat tanpa keluhan apapun walaupin kondisi saya saat itu masih berjauhan dengan suami dan Harus menempuh perjalanan 8 jam setiap Kali ingin bertemu keluarga. Allah maha Baik. Allah maha segala-galanya. :')

Tak berhenti dari situ, Allah selalu mencurahkan kebaikan nya pada kami. Tepat saat saya pindah ke Bandung untuk mencari ridho suami, mertua sudah menyelesaikan renovasi rumah untuk bisa kami tinggali. Saya dan suami pun tidak kebingungan mencari tempat tinggal setelah pindahan dari Pangandaran. T.T sesempurna itu rejeki yang Allah limpahkan pada kami.

1 bulan pasca pindahan sambil bebenah di rumah baru, saya blm kunjung mendapat pekerjaan pengganti. Tapi Allah lagi-lagi Maha baik. Saya mendapat lowongan untuk mengisi tempat praktek di daerah dekat rumah. Penghasilan nya pun lumayan. Alhamdulillah. Sampai pada akhirnya mendapat rejeki untuk bisa kembali bekerja di Puskesmas tidak jauh dari rumah.... Alhamdulillah.

Ditambah lagi saya dan suami mendapat rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka sehingga kami bisa mulai membeli rumah baru. Walaupun Harus dengan mencicil....

Allah lagi, Allah terus, lagi-lagi Allah. Allah yang karuniakan skenario sesempurna ini. Alhamdulillah. Alhamdulillah ya Allah.
Maafkan kami yang masih lalai dalam beribadah kepadamu padahal nikmat yang Engkau beri sungguh tak pernah lalai dan selalu sempurna. T.T

Astagfirulloh... Astagfirulloh hal'adziim.

Thursday, October 26, 2017

Alhamdulillah

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahailallah Allahuakbar...

Alhamdulillah... Akhirnya penantian kami selama 2th ini terbayar sudah. Tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang kedua, 2 garis Merah itu muncul. Awalnya Samar, namun lama-lama mulai terlihat jelas. Saya Positif!!!!

Tak pernah terbayangkan bagaimana rasanya mendapat hasil positif pada test pack yang masih tersisa satu buah di laci lemari kontrakan. Yang pernah sempat membuat trauma untuk menggunakannya setahun yang lalu. Hehehe.

Cerita ini di mulai ketika hari ke 29, perut saya terasa keram mules seperti Mau haid. Sudah hopeless saja, mungkin ini memang pertanda akan datang Haid. Ga terlalu sedih juga Karena sudah biasa. Akhirnya setiap pergi saya bawa pembalut. Bahkan dipakai. Takut kalau-kalau bocor di jalan. Saya tunggu sampai hari ke 32 darah haid tak kunjung keluar. Perut keram mules pun semakin berkurang. Saya tetep biasa saja krn pernah mengalami haid keluar di hari ke 35. Tp rasa penasaran itu muncul. Penasaran untuk mencoba melakukan tes dengan test pack yang ada.

Kemarin...sesaat sebelum ambil wudhu untuk sholat subuh saya coba tes urin. Setelah ditunggu beberapa detik, mulai terlihat 1 garis. Hanya 1 garis. Hopeless. Saya pun melanjutkan mengambil air wudhu. Sebelum bergegas sholat subuh, saya intip lagi hasil tes urin tadi. Sekarang garis nya ada 2!! Tapi garis satu nya masih sangat amat Samar.

Saya mulai deg2an, kepikiran apakah saya benar2 Hamil???. Saya pun mencoba tenang. Tetap kalem melaksanakan sholat subuh dan membaca Al-Ma'tsurat. Setelah selesai saya pandangi lagi tes pack nya. Tetap 2 garis. Saya kabari suami lewat foto WhatsApp. Suami bingung. Saya juga bingung. Hahahaha.

Akhirnya kita memutuskan untuk tetap berdoa semoga ini kabar baik untuk kami bahwa di dalam perut saya memang ada janin yang sehat dan berkembang dengan baik.

Kini kami Hanya bisa menunggu sampai Nanti tiba di minggu ke 7 saat saya pulang ke Bandung untuk memastikannya dengan pemeriksaan USG.
Semoga sehat. Semoga berkembang. Dan semoga selamat sampai Nanti kita berjumpa. Aamiin. Aamiin. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Robbii hablii minaasshoolihin.

Tuesday, May 30, 2017

Sahur dan Buka Jaman Jahiliyah

Ini adalah ramadhan ke - 3 di Tanah rantau. Sendiri. Alone. No family. No seru-seru. Bisa bayangkan kan yaaa gimana rasanyaaa. Tiga taun sodara-sodara. Dan ini tahun ke 2 ramadhan tanpa suami.

"Apa yang sedang dicari neeeeng... ?"
" Cari uang..."
"Emang uang eneng hilang?"
"..............................."

Sedih siih. Tapi coba bandingkan sama Ibu kos-kosan yang udah LDR an sama suami selama 20th. Suami nya pulang tiap 2-3 bulan sekali. Kadang lebaran aja tuh ga pulang.

Atau coba deh bandingkan sama adik kelas yang suami nya kerja di Kalimantan. Yang pulang nya tiap 6 minggu sekali. Dan ketemu selama 2 minggu full trus di tinggal lagi 6 minggu. Klo istilahnya sih LDR 6-2-6. Hahaha.

Ada lagi yang sudah LDR selama 9 th dengan jarak dan ritme yang sama seperti saya dan suami. 9 tahun meeen. Kita br 3 th. (Dan cukup 3th aja ya no lama-lama. No again. )

Kadang kita ngeluh sama keadaan kita saat ini padahal diluar sana ada yang jauuuuuuh lebih menyedihkan dan patut dikeluhkan dibanding keadaan kita. Yakaaan yakaaan.

Jadiiiii
Ya sudah lah. Kita coba belajar sabar. Syukur. Dijalani dulu. 7 bulan lagiiii. Dibawa heppiiii. No sedih-sedih. No drama. No lebay.

Harus setrong... Karena pelangi selalu datang setelah hujan.

*self note. Self reminder.*

Sunday, May 21, 2017

Unigen dan Q10 plus - PPE 7

Udah lama banget ga update sama perjalanan promil kami. Selain Karena terhalang kesibukan kami masing-masing, kami masih mengumpulkan pundi-pundi untuk melangkah ke tahapan selanjutnya. Karena ternyata melakukan program promil itu menguras kantong, energi dan air mata. Seriusan. Ga boong. Hehe

Suami lagi sibuk sama kerjaan nya dan pesawatnya yang belum kunjung lepas landas. Dan saya masih sibuk berkutat sama kerjaan Puskesmas dan praktek sore di Klinik yang lumayan menguras energi. Sambil disela sama kerjaan rumah tangga seperti nyuci baju, nyetrika dan beresin Kontrakan. Rasanya waktu cepet banget berlalu. Tiba-tiba aja udah malem. Tiba-tiba aja udah subuh lagi dan Harus siap-siap ngantor lagi. Dikerjain Dari senin sampai sabtu dan itupun klo lagi ga pulang kampung  ke Bandung. Klo sudah sampai Bandung sudah beda lagi ceritanya. Harus kesana kesini. Urusin suami yang selama ini *tidak* terurus. Maafkan istrimu ini ayah... :*. Nyuciin bajunya dan *Kalo sempet* setrikain bajunya, gantiin spreinya, cuciin handuknya, perbaiki gizi nya. Hahaha. Ternyata lelaki tanpa istri itu hidupnya sungguh berantakan. Baju Kotor dimana-mana. Sprei setaun ga ganti2. Handuk bau ttp aja dipake Mandi. Klo lapar dan gada makanan Cuma bisa masak indomie. Ooh lelaki...yang kau butuh kan hanyalah seorang istri. Hihihihi.

Tapi apa daya... LDR yang tinggal 7 bulan ini Harus masih tetap dijalani. Bismillah. Semangat. Sabar ya cintaku... Sayangku...
Cerita intro kepanjangan ya... Haha. Jadiiii... Kemaren2 temen seperjuangan PTT di Pangandaran sini yang seorang dokter sedang menjalani program bayi tabung (ivf). Cerita banyak lah dan saya sedikit nanya2, ttg habis biaya berapa, gimana rasanya, dimana jalaninnya. Gitu2. Dan dia memberikan beberap saran sama saya untuk dicoba.

Masalah dia dan suami sebenernya hampir sama. Masalah sama suami yang kualitas dan kuantitas sperma nya kurang baik. Cuma beda etiologi nya aja. Suami nya krn kegemukan dan suami saya krn varises. Nah, selama program IVF itu sang suami dikasih vitamin yang alhamdulillah merubah kuantitas sperma nya. Obatnya itu Unigen dan Q10 DS.

Dia nyaranin untuk coba suplemen tersebut. Karena suaminya setelah rutin minum suplemen tersebut kuantitas nya membaik. Akhirnya saya searching di apotek K24 Bandung untuk Tanya suplemen tersebut. Kata apotekernya suplemennya ada tapi Harus pesen. Ya sudah lah ya, saya pun pesen suplemen untuk dikonsumsi 1 bulan.

Total biaya untuk suplemen itu sekitar 1,5jt an. Lumayan yaaa. Tp ya sudah lah, namanya juga ikhtiar. Bismillah. Jadi saat ini suami lagi dirutinkan minum 2 suplemen itu. Oya untuk Q10DS kebetulan ga ada jadi suami di ganti minum Q10 plus. Sama aja sih Cuma beda dosis. Klo Q10 DS itu dosisnya lebih strength.

Progress nya sih belum keliatan. Cuma Kalo kata suami, air mani nya jd lebih banyak dan lebih kental. Warnnya pun lebih putih pekat.

*maaf ya klo porno*
Dulu-dulu klo misal saya sama suami berhubungan sehari 2-3 Kali atau setiap hari, air mani yang keluar dikit banget dan lebih bening. Kaya mazi aja yang keluar. Tapi setelah minum suplemen nya, klo berhubungan lebih Dari sekali dalam sehari atau setiap hari, air Mani yang keluar tetep banyak dan tetep kental kaya klo berhubungan 3hr/x atau seminggu sekali. Gatau ya kenapa. Beda aja.

Sekian cerita progres program kami. Semoga bisa membuahkan hasil. Selain suami minum 2 suplemen itu, insyaallah saya udh siapin obat blesifen untuk menstruasi bulan depan *semoga ga mens* aamiin.

Bismillah. Mudahkan ikhtiar kita ya Rabb. Aamiin . . .

Family Goal

Sempet berpikir ga sih setelah nikah mau ngapain. Atau pernah ga sih duduk bareng pasangan berdua nulis sesuatu tentang pencapaian yang ingin dicapai di minggu-bulan-tahun pertama setelah menikah. Sebenernya terkadang kita ga butuh nulis sesuatu itu di kertas. Hitam diatas putih. Kadang Cuma dengan diomongin aja itu bisa bikin kita semangat buat jalan in hari-hari supaya pencapaian kita tercapai...

Nah, saat ini saya sama suami kadang kekeuh-keukeuhan sama pencapaian kita di tahun2 pertama pernikahan. Saya punya target tersendiri, suami pun sama. Dan kadang ga sama. Walopun ujung2 nya kita bikin kesimpulan untuk nyamain persepsi dan done. Suami pun Tipe suami yang luar biasa sabar dan penyayang. Alhamdulillah.

Saya selalu menghargai apa yang suami suka. Akhir2 ini suami lagi suka dan pengen banget punya PC gaming/PS4 dan motor racing. Awal-awal saya ga setuju beliau buat beli semua itu. Karena menurut saya itu barang2 yang ga terlalu penting dan ga menunjang Masa depan. Tapiii Karena hampir tiap hari beliau searching, streaming YouTube ttg semua keinginannya. Akhirnyaaaa..  Saya memutuskan untuk menyetujui pencapaian dia untuk punya PC gaming dan motor racing. Walopun beliau Harus sabar Karena hrs beli nya one by one.

Saya sebagai seorang istri yang mungkin *kokolot begog* lebih memilih untuk invest ke hal lain dibanding beli sesuatu yang terkesan mengejar nafsu belaka. Dan pencapaian saya termasuk pencapaian besar. Semisal pencapaian untuk bisa punya rumah, punya Tanah, bisa umroh, punya tabungan Naik haji, dan punya kendaraan di usia muda. Terkesan ga menikmati hidup sih keliatan nya. Hahaha.
Eh tapi jangan salah. Untuk urusan pencapaian pribadi kecil2 an sih alhamdulillah selalu tercapai. Karena mungkin saya punya penghasilan sendiri, jadi saya jarang banget berbagi pencapaian kecil ini ke suami. Misal bulan ini pengen punya make up ini, sepatu ini, baju ini, dll. Itu diluar konteks berdua. Privacy area. Dengan ijin suami tentunyaaa...

Kalo menurut sayaaaa pencapaian pernikahan itu Apa sih. Pencapaian yg paling ingin saya capai ga lain ga bukan adalah ingin hidup bahagia, punya anak-anak sehat, punya tempat tinggal, punya kendaraan, bisa jalan-jalan, bisa nikmatin ibadah, bisa selalu sehat, bisa berbagi sama orang terdekat maupun terjauh. Cuma itu kan. Ga neko-neko. Semua orang pun seperti nya sama. Hmmmm.

Ga berlebihan. Yang penting cukup.

Kadang saat kita lihat pencapain orang lain dan semangat mancapainya dengan cara mereka, kita jadi buyar dan ga fokus sama target pencapaian kita. Orang punya apa ingin ikut2an. Orang sedang lakukan ini itu ingin ikut2an juga. Itu benar2 bahaya. Karena kita jadi melemah untuk mencapai target dan jatohnya kurang bersyukur.

Jadinya
Sekarang saya sama suami selalu menekankan pada diri sendiri bahwa kita punya target tersendiri dan Harus bisa menggapinya. Eah. Jangan pernah lihat samping kanan atau samping Kiri. Karena bakalan bikin mupeng Sana sini. Tapi liat ke bawah untuk bersyukur dan lihat ke atas untuk bersabar. That's the point.

Dan yang paling utama adalah.... Allah. Akhirat. Ibadah. Karena Cuma itu kunci hidup bahagia dan sukses. Ibadah!! Ibadah!! Ibadah!! Minta semuanya sama Allah. Karena akhirat lebih utama daripada dunia.
*tsaaaaah*

Bismillah. Yuuuk suami. Kita rajinkan ibadah dulu. Klo sukses mah itu bonus...
:*

Sunday, April 2, 2017

Ayah....

Peluh lelah keringatmu
Beban berat di pundakmu
Keluh kesah di hatimu
Sedih tangis di pelupuk matamu
Dan segala perih sesak pedih yang kau pendam dalam dadamu
Sembunyikan lah
Jangan buat surut semangat di setiap gerak langkahmu
Jangan buat pudar senyum bahagia di ujung bibirmu
Jangan buat kernyit kemarahan di luas keningmu
Jangan buat tunduk pandangan lemah di tampan wajahmu
Tegarlah
Kuatlah
Bahagialah
Karena
Aku tak pernah lelah berdoa meminta akan kesehatan mu. Kesuksesan mu. Kemudahan urusan mu. Kebahagiaan mu. Kesenangan hidup mu.
Tetaplah bercahaya
Tetaplah mempesona
Dan
Tetaplah tertawa
Biar Allah yang hapuskan semua
Biar Allah yang tunjukkan semua
Biar Allah yang selesaikan semua

:)

"Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa tuk dunia
Karena tlah habis kan sisa cintaku hanya untuk Mu."


Monday, February 20, 2017

Pengalaman HSG - PPE 5

Sekarang saya mw singkat judul perjalanan promil episode jadi PPE. Hahaha. Biar ada judul utama nya dan judul penyerta. Semoga bisa menginspirasi orang2 yang googling masalah ini. Aamiin.

Senin kemarin 20 februari 2017 tepat saat hari ke 10 pasca menstruasi, saya menjalani tes HSG. HSG adalah histersalpinografi yang dilakukan dengan memasukkan cairan kontras ke dalam lubang vagina sampai ke saluran telur dan di rontgen seperti klo kita rontgen paru-paru cuma difokuskan di daerah rahim. Fungsi pemeriksaan ini adalah untuk melihat apakan ada sumbatan di daerah tuba atau saluran telur, melihat ada atau tidak nya perlengketan di daerah rahim, dan untuk mengevaluasi bentuk serta ukuran rahim dan saluran telur.

Prosedur awal sebelum HSG itu kita harus membuat jadwal dengan laboratorium yang mendukung Karena biasanya full booked dan dokter hanya Mau periksa 1-2 pasien aja sehari. Kemarin saya booking di Lab Pramita Jl. Riau Bandung. Dan pemeriksaan HSG harus atas rekomendasi dokter yaaaa. Biaya untuk pemeriksaan HSG sekitar 1,2jt an.

Instruksi sebelum HSG :
1. HSG dilakukan H9 - H12 pasca menstruasi. Karena saat itu menstruasi sudah selesai dan ovulasi belum dimulai.

2. kita tidak boleh berhubungan sebelum tes dilakukan. Tapiiii Karena kemarin suami sudah ga tahan. Kita tetap berhubungan tapi tidak dikeluarkan di dalam. Alasan kenapa sebelum HSG dilarang berhubungan sebenernya Karena takut sudah ada sel telur yang dibuahi. HSG sendiri kan prosesnya berhubungan dengan sinar radiasi dan berbahaya untuk janin. Jadi dilarang untuk berhubungan. Tapi ya sudah lah kemarin kita nakal toh tidak dikeluarkan di dalam. Hehe. Semoga tidak apa-apa.

2. Sebelum HSG kita wajib mencukur bulu kemaluan serapi mungkin. Malu kan ya sama dokter nya nanti. Hehe. Lebih untuk kemudahan alat yang dimasukkin nanti sih sebenernya. Jadi harus bersih dan rapi yaaa.

3. Kita wajib bawa pembalut. Karena nanti akan keluar sisa2 cairan kontras bercampur darah setelah dilakukan HSG.

Prosedur HSG :
- kita di minta untuk melepas seluruh baju kecuali BH. Dan memakai pakaian khas sebelum rontgen.

- kita disuruh berbaring di atas meja rontgen. Mirip meja operasi dan di atasnya ada kamera. Bukan kamera canon atau Nikon. Tapi kamera rontgen. Hehe.

- petugas rontgen akan menginstrusikan kita untuk ngangkang. Mirip orang Mau melahirkan. Itu bener2 malu bangeeeeet. Apalagi dokter nya cowok. Astagfirulloh... Semoga ini pemeriksaan HSG yang pertama dan terakhir. Udah pasrah aja ngangkang nya.

- setelah semua siap. Dokter mengolesi area vagina sampai anus dengan cairan betadin. Fungsinya untuk sterilisasi area yang nanti Mau di eksekusi.

- setelah itu dimasukkan alat cocor bebek dan gatau alat lainnya untuk membuka saluran vagina. Dan rasanyaaaaaaaaa linu2 gimanaaaa gitu. Harus rileks intinya klo tegang Pasti kerasa sakit.

- setelah alat sudah terpasang. Dokter bilang, "nanti saya masukin cairan kontras ya. Rasanya agak mules. Ibu tahan sebentar ya.". Habis itu di masukin lah cairan kontrasnya. Warna nya bening kaya air biasa. Pas di masukin cairan rasanya muleeees kaya menstruasi. Disemprot beberapa Kali. Dan setiap 1 semprotan kerasa mules nya. Subhanallah. Perjuangan untukmu nak... T.T

- setelah cairan masuk. Dokter langsung keluar ruangan dan menginstrusika saya untuk tidak bergerak Karena Mau dilakukan pemotretan a.k.a di rontgen.

- rontgen dilakukan 2 Kali jekrek. Setelah itu disuruh bersih2 kemaluan. Dan di rontgen lagi 2 jekrek. Total ada 4 jekrek sekali pemeriksaan HSG.

- setelah itu selesai. Kita Pakai baju lagi dan jangan lupa Pakai pembalut. Lumayan keluar bercak darah dan cairan kontras nya.

- dokter meresepkan antibiotic untuk pencegahan infeksi. Antibiotiknya cefixime 200mg 2dd1.

Selesai deh. Intinya sih jangan tegang. Rasanya sedikit linu saat dimasukkan alat dan sedikit mules saat dimasukkan cairan kontras. Habisnya sih ga sakit sama sekali. Biasa aja. Cuma mules2 biasa aja. Dan keluar bercak darah sedikit. Mungkin luka saat memasukkan alat. Ga sakit berlebihan. Besok nya pun udah bisa berhubungan lagi.

Apa yang orang2 bilang di forum dan blog ga seserem yang dibayangin. Biasa aja. Ya gitu aja. Hehehe

Hasil pemeriksaan saya keluar hari itu juga di siang harinya. Dan Alhamdulillah hasil pemeriksaan menunjukkan ;
1. Tidak ada kelainan
2. Kedua tuba patent (tidak ada sumbatan)
3. Tidak terlihat adanya perlengketan
4. Cavum uteri besar

Alhamdulillah.... Next konsul ke Sp.OG H-12 untuk melihat sel telur. Bismillah. Semoga sehat ya Allah. Aamiin.