Saturday, July 6, 2019

Diare

Jadi ibu itu belajar. Belajar akan banyak hal.
Sudah 4hr ini, apip diare. Sehari dia bisa buang air 7-9kali. Badannya lemas. Kurus seketika. Lemas. Lesu. Dan sangat menguras hati saat melihatnya. Hari pertama, apip sudah dibawa ke dokter. Tapi saat itu blm ada tanda diare. Apip dibawa ke dokter karena muntah yang berulang. Setiap makanan/susu yang masuk, dia muntah. Dokter hanya meresepkan obat anti mual, anti demam, cairan oralit, dan obat batuk.
Keesokan harinya, diare mulai muncul, siang 4x, malam 3x, begitu seterusnya sampai hari ini  hari ke 4. Saat hari ke 2 diare, apip sempat dilarikan ke UGD, namun apip hanya di tes lab dan diperbolehkan pulang. Karena hasil tes lab bagus dan tidak ada tanda dehidrasi. Dokter pun tidak meresepkan obat apapun.
Sepulang dari ugd, diare masih terus berlanjut.
Saya jadi sangat khawatir, saya terus menerus menangis, dan tidak bisa tidur.
Diare apip diperparah dengan kondisi dia yang sulit untuk makan dan minum. Tidak ada asupan gizi untuknya. Sekalipun gizi nya masuk, langsung keluar lagi dalam bentuk cairan berwarna kuning, dan ampas2 makanan yang tidak tercerna.
Semoga apip segera sembuh. Sehat ceria seerti sedia kala. Aamiin. Aamiin.

Thursday, June 13, 2019

Baby number 2 - first story

8 April 2019 itu hari pertama haid terakhir saya. 8 Mei 2019 saya tunggu si datang bulan tapi tak kunjung datang. Saya mulai deg2an. Saya coba beli test pack dekat puskesmas siang sepulang kantor. Dan jeng jeeeeeeng. Si garis 2 itu pun muncul namun masih samar.

Sorenya saat suami pulang kantor, saya kabari berita *kaget* ini. Suami hanya senyum senyum simpul antara senang dan bingung. Bingung mau senang atau sedih. Jarak kehamilan saya dengan anak pertama terpaut cukup dekat. Saat ini Rafif masih berusia 10 belan. Belum genap 1 tahun. Dan proses persalinan pertama adalah SC. Dimana jarak kehamilan berikutnya yang ideal adalah minimal 2 tahun. Suami lebih was was akan hal itu. Saya pun begitu.

2 minggu setelah itu, setelah melihat hasil test pack, saya dan suami memberanikan diri untuk periksa USG ke dokter. Saat ke dokter, hasil pemeriksaan USG masih berupa kantung. Belum tampak si jabang janin. Kamipun berdoa, Ya Allah jika memang ini rejeki kami, dan amanah baru kami yang mampu kami pikul, kami akan ikhlas tawakal menerimanya, sehatkanlah ia, tumbuh dan kembangkanlah ia dengan normal tanpa kurang satu apapun. Aamiin.

Seminggu setelah kontrol, saat saya sedang shalat isya, saya merasa ada yang keluar dari bagian bawah. Seperti haid. Seperti gumpalan. Setelah mengecek, benar saja, ada gumpalan sebesar hati ayam berwarna merah tua tampak di dalam celana dalam saya. Saat saya ambil gumpalan itu, saya panik. Apakah ini yang dinamakan keguguran? Saat itu sudah jam 11 malam. Saya coba tenang. Saya coba bangunkan suami dan membuatnya tenang. Saya pun mulai pakai pembalut dan tidur kembali disebelah Rafif.

Pagi nya, kebetulan hari itu hari Kamis, 30 Mei 2019, sedang tanggal merah. Saya kunjungi salah satu rumah sakit di bandung. Namun ternyata saat tanggal merah dokter kandungan tidak praktek. Saya disarankan untuk ke UGD. Di UGD, karena tidak ada mesin USG, dan dokter pemeriksanya dokter umum, saya hanya diresepkan penguat dan obat anti kontraksi dan disarankan untuk kembali besok.

Tidak puas dengan hasilnya, kami mencoba ke rumah sakit lain. Ternyata ada dokter kandungan yang praktek. Setelah antri dan dipanggil masuk, dokter mulai melakukan pemeriksaan dengan mesin USG. Di layar, masih tampak kantung dan bakal janin yang masih sangat kecil. Kata beliau, "kita coba selamatkan ya bu, akan saya resepkan obat penguat dan obat anti kontraksi. Selain itu, ibu harus bedrest ya bu. Jangan banyak beraktifitas."

Sepulang dari sana, saya coba buat bedrest. Ternyata tidak bisa. Rafif yang masih bayi, dan pengasuh yang sudah mulai cuti lebaran, saya terpaksa untuk tidak bedrest dan mengurus rafif. Gendong sana sini. Menuntunnya kesana kesini. Sungguh tidak bisa bedrest sesuai advise dokter. Pendarahan memang sudah berkurang, hanya keluar flek2 coklat seperti hari pertama haid.  La haulaa.

10 hari setelah kontrol kemarin, saat dini hari, saya kembali mengalami pendarahan. Kali ini lebih cair dan berwarna merah terang. Keluar sampai mewarnai seluruh celana yang saya pakai. Saya mulai panik. Kejadiannya selalu tengah malam atau dini hari. Terpaksa hari itu saya harus kembali kontrol ke dokter kandungan.

Setelah di cek, dokter bilang ada 2 kantung. Saya dan suami kaget. *HAH saya Hamil Kembar???* Di satu kantung sudah ada janin dan jantungnya sudah terlihat kembang kempis. Kantungnya pun bagus. Sehat. Di satu kantung yang lain masih belum terlihat jelas. Saya disarankan untuk kontrol 2 minggu kedepan. Dokter pun kembali hanya meresepkan obat penguat. Serta jangan terlalu banyak beraktifitas. *lagi-lagi tidak bisa saya lakukan. Hhhhhhh

Seterusnya, si flek itu selalu muncul. Kadang banyak. Kadang sedikit. Tapi warnanya tidak seterang 2 pendarahan sebelumnya. Saya benar benar khawatir. Akhirnya saya kembali kontrol. Saat kontrol. Alhamdulillah janin masih ada, berkembang dan denyut jantungnya masih bagus. Namun si kantung lainnya yang katanya kembar, tidak terlihat janin sama sekali. Kata dokternya, Mungkin pendarahan yang saya alami dari si kantung yang 1 yang tidak berkembang. Tapi bisa juga karena saya masih menyusui. Dokter menyarankan untuk segera menyapih anak pertama, supaya tidak merangsang kontraksi rahim sehingga terjadi pendarahan berulang. Hiks. Disitu saya mulai sedih.

Drama kehamilan kedua ini sungguh benar benar drama. Senang sedih muncul bersamaan. Pendarahan berulang dan flek terus menerus, cara menyapih rafif yang sangat sulit dilakukan, bedrest yang tidak bisa dikerjakan, sungguh membuat saya dilema.
Kami hanya berdoa semoga diberikan jalan terbaik dengan kondisi terbaik. Kami ikhlas, kami pasrah. Semoga semua berjalan baik baik saja.  Aamiin. Aamiin yaa robbal'alaamiin.
Bismillah... 

Saturday, March 30, 2019

Roseola oh Roseola

27 Maret 2019 Rafif tepat berusia 9 bulan. Pun tepat harus imunisasi campak. Tapi sayang.... Tepat dihari ulang bulannya dia tiba2 demam. Demamnya tidak main-main. Mendadak suhu tubuhnya naik sampai 40derajat celcius. Saya panik. Saya coba menenangkan diri sambil menunggu suami pulang. Saat itu pukul 3 sore.
Setelah suami pulang, saya langsung bercerita dengan khawatir dan panik dan langsung mengajak pergi ke rumah sakit. Setibanya disana, dokter menyatakan bahwa bila anak tiba2 demam tinggi mendadak biasanya disebabkan oleh infeksi Virus. Tapi untuk meyakinkan lebih baik dilakukan pemeriksaan lab yaitu darah rutin.
Setelah setuju untuk dilakukan pemeriksaan lab dan keluar hasilnya, semua menunjukkan angka normal. Kesimpulan sementara rafif tidak terkena infeksi bakteri maupun DBD. Dokter hanya meresepkan obat penurun panas dan imun drop untuk daya tahan tubuhnya. Serta menyarankan untuk kontrol di hari ke3.
Hari ke 2, rafif masih terus demam tinggi. Saya coba kasihkan obat penurun panasnya, turun. Namun saat efek obatnya hilang, rafif kembali demam tinggi. Begitu seterusnya sepanjang hari. Tapi alhamdulillah dia masih mau makan dan menyusu. Hanya sedikit rewel ketika mulai demam.
Hari ke 3 saat jadwal kontrol, rafif masih juga demam. Saya dan suami akhirnya memutuskan untuk kontrol ke rumah sakit. Disana rafif kembali dilakukan cek darah namun lebih lengkap. Ada NS1 dengue dan CRP. Namun lagi2 hasilnya bagus semua. Dengue negatif, CRP pun negatif. Dokter malah memberikan resep antibiotik dan 2 macam vitamin.
Kamipun pulang dengan banyak pertanyaan. Rafif sebenarnya sakit apaaa.
Keesokan harinya hari ke 4, demam rafif mulai turun tanpa pemberian obat penurun panas dan antibiotik. Alhamdulillah. Tapi di wajah, perut, punggung mulai muncul ruam merah. Berkelompok dan banyak. Demam reda, ruam merajalela. Saya pun mengingat2 gejala ini, teringat anak teman saya pernah mengalami hal serupa. Saya pun bertanya. Ternyata itu penyakit roseola infantum.
Roseola infantum adalah penyakit akibat virus herpes yang biasanya menyerang bayi berusia 9-12 bulan. Gejala yang dialami adalah peningkatan suhu tubuh mendadak dan tinggi diatas 39 derajat selsius. Saat deman turun mulai muncul bercak kemerahan atau ruam di bagian dada punggung dan bisa menyebar ke bagian wajah dan leher. Bercak merah tersebut bisa berupa timbul maupun datar.
Setelah mencari tahu, saya mulai lega. Untungnya saya tidak buru2 memberikan rafif antibiotik. Karena rafif ternyata memang terkena infeksi virus yang tidak membutuhkan antibiotik. Rafif hanya perlu istirahat dan makan serta minum yang banyak.
Selama sakit, tidak berkurang kelincahan dan keaktifan dia. Alhamdulillah.

Semoga rafif segera sembuh dan selalu sehat. Aamiin. Ayah sama ummi sayang sama rafif. I love you so much dear. Kiss kiss.

Tuesday, December 18, 2018

Due Date

Sudah lama tidak curhat sama blog karena kesibukan jadi ibu baru, new mom yang ternyata luar biasa menyita banyak waktu. Waktunya jadi habis sama liatin bayi mungil nan menggemaskan yang mau dia bangun atau tidur tetep pengennya diliatin.

Kali ini mau cerita gimana akhirnya baby dung dung launching ke dunia. Jadiiii ini dimulai ketika dia berumur 7 minggu, dimana dokter kandungan kala itu menjelaskan kalau perkiraan lahir si baby itu 25 Juni - 2 Juli 2018. Berhubung mommy nya baby dung dung lahir bulan juni, mommy nya selalu ngasih afirmasi ke baby untuk lahir bulan Juni aja supaya bisa samaan bulan lahirnya. Hahaha. Lebay yaaa.
Naaaah sampailah pada bulan juni dan baby terus diajak ngobrol untuk lahir bulan juni aja. Saat mendekati tanggal perkiraan lahir, saya sudah mulai persiapan banyak hal, tapi si baby blm menunjukkn tanda2 akan keluar. Sampai akhirnya masuk tanggal 27 Juni, sehabis sholat subuh, saat sedang mesra2an bertiga ngajak baby ngobrol untuk segera keluar dan suami elus2 dan cium2 perut, tiba2 berasa ada yang ngalir dari vagina. Saya ambil tisu dan jeng jeng... Ko keluar darah segar. Saya dengan santainya langsung bilang sama suami, "ayah... Darah...". Saat itu juga suami langsung siaga bawa tas dan ngasih tau ortu. Pagi2 itu juga kita langsung berangkat ke klinik bersalin terdekat.
Tiba disana, saya langsung dipasang alat CTG dan dicek dalam sama bu bidan untuk lihat sudah ada pembukaan atau belum (dicolok sama 2 jari bu bidan dan rasanyaaaaaaaaaaa huaaaaaaah ga enaaaaak bangeeeeet). Setelah keluar hasil CTG dan konsul ke dokter jaga saat itu, saya disarankan untuk sesar hari itu juga. Karena hasil CTG menunjukkan janin stress (fetal disstres/gawat janin) dan ada lilitan tali pusar. Dokternya bilang tidak disarankan menjalani persalinan normal apalagi di induksi karena akan membahayakan janin. Apalagi saya tidak merasakan mules/kontraksi.
Akhirnya saya berangkat ke rumah sakit yang bisa pakai bpjs saat itu juga. Berhubung hari itu hari libur karena ada pilkada serentak, saya langsung masuk IGD. Hasil pemeriksaan di klinik bersalin dan IGD rumah sakit tidak jauh berbeda dan 2-2 nya menyarankan untuk segera dikeluarkan bayinya. Setelah mengurus administrasi dan lain2, jam 8 malam hari itu saya menjalani operasi sesar untuk mengeluarkan baby dung2.
Persiapan sebelum operasi sesar saat itu lumayan singkat, tiba2 saya sudah masuk ruang operasi dan siap di anastesi. Kesan pertama operasi sesar itu...  Hmmmmmm.... Linuuuuuuuuu luar biasa. Berhubung bukan bius total, anastesi yang dilakukan di tulang belakang itu rasanya menyiksaaa. Hhhhhh gamaumau lagi nginget rasanya gimana. Hhhhh linuuuu beuuud beuuud beuuud.
Setelah di anastesi, kaki berasa kesemutan dan berasa bengkak gabisa digerakkin sama sekali. Sedikit panik karena baru banget ngerasaain sensasi baal separuh badan, tapi terus istigfar dan dzikir. Beberapa menit kemudian dokter kandungan langsung membelek perut, berasa perut digoyang kanan kiri dan selang beberapa menit langsung muncul suara tangisan bayi.
Perasaannya langsung haruuuu biruuuuu. Cirambay berderai air mata di meja operasi  Denger suara tangisan bayi yang 9 bulan dielus2 dibawa2 kemana mana... Takbir dan ga berhenti berucap syukur. Sempet cium pipi lembutnya tapi setelah itu si bayi langsung dibawa entah kemana. Saya ditinggal bertiga sama perawat untuk dibersihkan darahnya dan dibawa ke ruang pemulihan.
Post operasi sesar... Saya hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sakiiiiiit luar biasa. Gabisa miring kanan miring kiri. Gabisa bangun. Gbisa ngapa2in. Ketemu bayi pun br bisa keesokan harinya jam 9 pagi. Menyusui bayi pun saya tak sanggup. Apalagi ASI sama sekali belum keluar setetespun.
Malamnya saya sama suami cuma tidur berdua tanpa bayi. Terasa hampa. Yang tadinya ada di perut tiba2 kosong dan disebelah tempat tidur pun ga ada. Huaaaaa begitu toh rasanya terpisah dengan bayi.

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Akhirnya bisa merasakan hamil tuntas 9 bulan, melahirkan, menimbang bayi anak sendiri, menyusui anak sendiri. Subhanallah rasanya tidak bisa diungkapkan oleh kata2. BAHAGIA!!

Tapi.... Sebelum saya diijinkan pulang oleh rumah sakit, si baby harus ditinggal disana untuk pengobatan beberapa hari terkait masalah yang ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan lab lengkap. Sedih.
Cerita dilanjut berikutnya yaaa
Si baby mulai goyang kayaknya minta nenen. Hehehe.

Sunday, June 3, 2018

USG Kedelapan

Finally.... Sudah sampai pada usia kehamilan di 34 minggu dan 4-5 minggu lagi ketemu baby dungdung. InsyaAllah. Aamiin. Di minggu ke 34 ini kita kembali kontrol ke klinik cimahi sehat karena kita ketagihan untuk liat penampakan 4D si baby. Dan rindu sama wajahnya dia. Hehehe

Seperti biasa kita booking 2 minggu sebelum. Kali ini saya dapat antrian pagi hari karena untuk antrian kontrol di sore hari sudah penuh. Adapun itu di tanggal 31 Mei an dan itu udh masuk di 35 minggu... Akhirnya saya ambil jadwal pagi saja. Demi ketemu baby dung dung.
Saat hari H tiba.... Saya kira dokternya samaa seperti kontrol sebelumnya, tapi ternyata bedaaaa. Ya sudahlah yaaaa ujung2 nya diakhir2 kontrol kita jatohnya jadi gunta ganti dokter. Hasil pemeriksaan kali ini si baby sudah bertambah beratnya yang semula hnya 1,6kg sekarang sudah 2,4kg. Subhanallah. Mamam yang banyak y nak biar nanti pas lahir agak berisi. Hehehehe.

Penampakan 4D sudah susah dilihat karena ruang dia di dalem rahim sudah sempit dan posisi dia sudah meringkuk. Sudah susah bergerak. Jadi kita kecewa.... Yaaaaah sudaaaahlaaaahyaaaaaa. Yang penting baby dung dung sehat normal pinter kasep bageur sholeh dan lahir lungsur langsar selamat sentosa bahagia. Aamiin.

Friday, April 27, 2018

USG ketujuh

Kali ini kita absen kontrol ke dr. Ruswana dan pindah sementara ke dr. Cimahi sehat, karena kita mau usg 4d dengan harga yang terjangkau. Hahaha dan berhubung ini harganya terjangkau..... Kita harus booking 2 minggu sebelum kontrol. Ruar biasyah kan ngantrinya. Pun saat hari H kita masih harus menunggu 2 jam untuk bisa sampai masuk ruangan menengok kabar baby dung dung. Perjuangan yaaa naaak. Subhanallah.

Tapi.... Lelah nya penantian ayah sama ummi terbayarkan saat lihat penampakan 4 dimensi baby dung dung. Mata hidung bibir sudah mulai terlihat jelas. Jari jari tangannya terpampang nyata dan alhamdulillah ada 5 jari. Bibir nya seksi kaya angelina jolie. Hidung nya  seksi kaya ayah umminya. Subhanallah..... Alhamdulillah... ALLAHUAKBAR...

Posisi kepala sudah dibawah. Kaki mungil ny ada di perut bagian kiri. Pantesan tiap umminya bobo miring kiri ada yang jedug2 dari dalem berasa ada yang kejepit. Kakinya ketindih ummi ya naaak. Maaapppp. 😘
Air ketuban cukup, leher tidak ada lilitan dan plasenta tidak menutupi jalan lahir. Alhamdulillah. Semoga lungsur langsar sehat normal selalu sampai lahiran ya naak. Aamiin.


Review dokternya, hmmm dokternya baik. Mempersilahkan kita untuk bertanya sepuasnya sampai puas dan tuntas. Tapi keramahtamahannya tidak bisa mengalahkan dr. Ruswana anwar. *fans garis keras* hahahaha. 

Sepulang pemeriksaan saya dikasih obat per vagina. Karena akhir akhir ini saya mengeluh sama keputihan yang sangat mengganggu. Warnanya putih kekuningan. Teksturnya creamy. Rasanya agak gatel. Dan tiap dibawa berhubungan rasanya ga nyaman kadang sehabis berhubungan keluar banyak si keputihannya dan berasa agak perih. Apalagi di permukaan cd sangat2 menyebalkan. Sehari saya bisa ganti cd 3-4 kali. Karena selalu berplak dan basah. Sempet searching google katanya infeksi jamur. Dan pas kmrn ke dokter memang ternyata infeksi jamur. Saya diresepkan obat provagin yang isinya metronidazole sama nystatin. Cara pakainya dimasukin ke dalam lubang vagina. Semoga sembuh dan semoga pas lahiran nanti jalan lahirnya sudah bersih dari segala infeksi yaaa. Aamiin. 

Next kontrol bulan depan. Masih galau antara kontrol ke bidan atau ke Sp.OG lagi.... 😕
Sing penting sehat sempurna bahagia selalu yaaa nak. Kiss kiss. 😘😘😘

Thursday, April 12, 2018

Hunting Tempat Bersalin

Minggu ini usia kandungan saya sudah menginjak usia 28 minggu dimana sudah masuk di trisemester ketiga. Alhamdulillah. 2 bulan lagi mendekati due date. Saya sama suami sudah mulai searching2 persiapan lahiran dari mulai list belanja peralatan bayi sampai tempat dimana nanti melahirkan.
Sejak awal hamil memang saya selalu rajin kontrol di rumah sakit khusus ibu dan anak dan konsul dengan dokter Sp.OG. Tapi... Semenjak mendekati waktu lahiran, saya sama suami banting setir ke klinik bidan. Entah kenapa. Dan gamau lahiran di rumah sakit. Selain karena pertimbangan finansial, saya sama suami pengen lahirannya nanti itu simpel normal lungsur langsar tanpa ditakuti2 harus SC.
Sempet searching searching juga dimana tempat bersalin yang "enakeun" di sekitaran bandung dan cimahi yang deket rumah dan terjangkau. Pernah kepoin di instagram ada klinik harkel (harapan keluarga). Tempatnya bagus, bersih, ala-ala sunnah rosul, pake hypnobirthing. Tapi itu jauuuuh banget dari rumah... Kebayang klo udh mules, kelamaan di jalan, belum ditambah macet..   Keburu keberosotan dijalan. Kan ribet yaah. Akhirnya nyari lagi.
Suami juga sempet nawarin pake asuransi dari kantornya yang kerjasama sama rumah sakit dustira cimahi. Tapi lagi2 saya agak kurang sreg klo lahiran di rumah sakit apalagi rumah sakit pemerintah. Nanti susah dikit suruh SC karena biaya pengklaimannya besar. Oh nooooo. Tau sendiri kan yaaa birokrasi rumah sakit kaya apa yang ttp aja menolong orang pake acara komersil. Hehe
Saya pengen lahirannya itu tenang nyaman dan bener bener dimotivasi untuk lahiran normal. Akhirnyaaa saya teringat sama nasehat mertua untuk coba kontrol ke bidan yang notabene dulu temen ibu mertua. Kata beliau disana ada kelas hypnobirthing nya juga. Saya baru nurutin kata ibu mertua di akhir2 kehamilan. Maap ibuuuuuu. Hehe.
Pergilah saya sama suami ke bidan ituuuu namanya bidan onih. Alamatnya di Jl. Karang Arum Bandung. Saat sampai di klinik bidan nya, kesan pertama masuk itu bersih, nyaman, terlihat profesional, banyak pajangan sertifikat dan penghargaan, poster hypnobirthing, dan "enakeun". Baru dateng pertama kali aja saya dalam hati langsung bilang, "mau lahiran disini ajaaa!!" hahahaha.
Disana saya sama suami nanya2, dari mulai biaya persalinan, kapan kelas hypnobirthing diadain, ada senam/yoga hamil atau engga, dan lain-lain. Pemeriksaan USG pun ternyata ada. Biaya nya lebih murah ketimbang di rumah sakit sama Sp.OG. Saya jadi nyesel kenapa ga nurutin apa kata ibu mertua dari awal hamil untuk kontrol ke temennya beliau itu. Malah sok-sok an ke rumah sakit dan maunya sama konsulen. Weeeew. Jadinya berasa buang-buang uang. Upssss. Astagfirulloh...  Hehehe
Dan pada akhirnya saya sama suami memutuskan untuk melanjutkan kontrol kehamilan di minggu-minggu terakhir menjelang persalinan di bidan onih tersebut ajaaaa. Biar sekalian mempersiapkan lahiran disana. Bismillah....
Lungsur langsar sehat bahagia ya naaaak. Kiss kiss 😘😘😘

Monday, March 26, 2018

USG keenam

Seminggu kemarin tertanggal 19-24 Maret 2018 saya mengikuti pelatihan riskesdas di ciloto -cianjur. Daerah nya super duper dingin luar biasa. Baru tinggal beberapa jam aja dinginnya sudah naik sampai ke ubun-ubun. Tapi alhamdulillah dede dung dung sangat-sangat kooperatif. Dia malah lebih aktif bergerak dan gerakannya semakin hari semakin kuat. Bahkan sampai menonjol di perut umi nya. Alhamdulillah. Sehat ya nak sudah mau dibawa kesana kemari sama ummi Jakarta Pangandaran Madiun Cianjur... Kamu setrong nak.. Ummi bangga. Hehehe

Sebenernya seminggu pelatihan kemarin adalah minggu minggu jadwal kontrol dung dung ke dokter kandungan. Tapi berhubung saya ada kegiatan pelatihan, kontrol diundur diminggu berikutnya yaitu minggu ke 26. Sebelum kontrol saya pun memenuhi surat konsul dokter kandungan untuk pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.

Minggu 25 Maret saya mulai puasa dari jm 10 malam. Paginya subuh-subuh saya berangkat ke laboratorium daerah di Jl. Sederhana Bandung untuk melakukan tes nya. Saya memilih labkesda karena biayanya lebih murah dibanding lab swasta seperti pram*t* atau pr*di*. Sempet banding2kan harga juga sebelum melakukan tes. Bedanya sangat2 jauh. Bhkan setengahnya pun tidak. Padahal pemeriksaannya sama aeee.

Setelah pemeriksaan lab dilakukan pagi harinya, malamnya kami melakukan pemeriksaan usg di tempat dan dokter langganan kami. Dr. dr. Ruswana Anwar tercinta. Hahaha. Kontrol kali ini dengan membawa keluhan. Semenjak pelatihan saya mengalami diare hebat. Bab yang keluar sngat encer dan keluar 3x sehari. Perut mulas dan bergas. Bunyi kerubuk2. Kata orang2 saya masuk angin. Karena tempat pelatihan yang dinginnya ekstrem. Padahal masuk angin tidak menimbulkan peningkatan gerakan peristaltik. Diare biasanya disebabkan karena infeksi bakteri atau virus atau tanda adanya peradangan di bagian pencernaan. Masuk angin hanya istilah untuk orang awam. Padahal di dunia medis ga ada yang namanya masuk angin. Hihihihi

Tapi alhamdulillah baby dung dung sehat dan bertambah berat badan nya. Yng semula 400gr sekarang sudah naik 2x lipat menjadi sekitar 870 gram. Hasil pemeriksaan laboratorium pun tidak menunjukkan adanya kelainan atau nilai yang tidak normal. Semuanya bagus. Hanya nilai leukosit yang agak tinggi karena mungkin saya sedang terserang infeksi di saluran pencernaan. I love you baby dung dung. Sehat kuat sholeh kasep bageur ya nak.

Buah zakarnya pun semakin terlihat. Menonjol besar dan tidak diragukan lagi kalau jenis kelaminnya laki-laki. Saat pemeriksaan baby dung dung sedang tidak banyak bergerak mungkin dia sedang tertidur. Detak jantung nya alhamdulillah normal. Terlihat kembang kempis di layar USG. Sekarang penampakan dia di layar USG sudah tidak bisa melihat full danri kepala sampai kaki. Jadi cuma keliatan kepala ny saja atau perutnya saja. Dung dung sudh besaaaar. Alhamdulillah. 😆

Karena saya diare, sepulang pemeriksaan saya diresepkan beberapa macam obat diantaranya antibiotik, diatabs, dan loperamide. Awal awal hamil diserang flu... Sekarang saat mau masuk trisemester ketiga diserang diare. Semoga tidak terserang penyakit lain-lain lagi setelah ini ya nak. Aamiin. Maafin ummi ya nak yang masih makan sembarangan dan ga inget kalau kamu ada jadi bagian tubuh ummi. Maafin ummi ya naaak. 😣 maaf 🙏🙏🙏

Semoga sehat lancar bahagia. Samai ketemu lagi bulan depan ya nak... Kita coba usg 4D yaaaaaa. 😘😘😘 bismillah. Mirip siapa yaaaaaa kamuuu kira kiraaaaa.

Sunday, March 11, 2018

Tugas PIC - PPD & BB

Perasaan saat pertama Kali Hamil itu rasanya luar biasaaaa. Campur aduk antara bahagia dan takut. Bahagia Karena ini adalah moment pertama Hamil setelah menanti selama 2 tahun setelah menikah dan takut Karena saya berjauhan dengan suami ataupun keluarga. Saat itu saya masih Harus menyelesaikan tugas saya sebagai tenaga PTT di Pangandaran. Sedangkan suami dan keluarga tinggal di Bandung.

Awal-awal Masa kehamilan saya lalui dengan tidak terlalu sulit. Allah tidak membebani trisemester pertama saya dengan keluhan mual muntah yang berlebihan. Hanya keluhan sering lapar, pilih-pilih makanan, sensitif terhadap bau-bauan dan bawaan yang selalu ingin rebahan di kasur. Pun saya tetap beraktifiras normal. Berangkat ngantor pagi dan pulang menjelang petang. Alhamdulillah tidak terlalu membuat saya kesulitan.

Mungkin Karena kondisi berjauhan dengan suami, saya dituntut untuk mandiri dan tidak memanjakan diri saya dengan keluhan yang ada. Saya coba sabar dan kuat. Saya coba bahagia. Walaupun sesekali sesenggukan Karena ingin belaian suami saat Hamil muda dan keinginan akan suatu makanan yang sulit didapatkan di Pangandaran.

Saat ini usia kehamilan saya memasuki minggu ke 24. Alhamdulillah setiap kontrol janin selalu sehat dan membuat saya dan suami senyum-senyum bahagia. alhamdulillah. Dan saat ini pula saya sudah resign dari pekerjaan saya di Pangandaran. Semoga janin yang saya kandung dan kondisi saya selama mengandung sampai nanti melahirkan selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Aamiin. Aamiin ya Rabbal'alamiin.

#PICBBdanPPD
#inspirasiceria
#pojokilmuceria
#tugasfebruari2018

Monday, February 19, 2018

USG Kelima

Alhamdulillah hari ini bakalan reveals jenis kelamin baby dung dung... Super duper excited sama kontrol kali ini. Awalnya Mau kontrol pas week 20 tapi terhalang libur taun baru China akhirnya kontrol di week 21. Soalnyaaa USG pas week 20-21 itu penting banget katanyaaa, window period dan keliatan jelas bayi nya dari ujung kepala sampai ujung kaki utuh sebelum dia membesar dan Cuma keliatan kepala/perut/kaki nya aja dalam 1 monitor USG.

Seperti biasa kita kontrol sama abah kasep nan ramah dr. Ruswana Anwar. Cumaaa hari itu sedang banyak sekali antrian ke beliau, jadinya kita baru dipanggil masuk ruangan jam 20.45 dan beres jam 21.00 padahal kita sudah tiba di rumah sakit jam 19.00. Pun saat ketemu Dokter nya sudah keliatan lelah. Huft. Ya sudah rapopo. :D Saat di USG, baby dungdung sudah sangat berkembang dan tumbuh dengan pesat. Dia sudah besar sekarang. Hahaha. Alhamdulillah. Badannya lagi meringkuk. Mungkin Karena diluar hujan dan dia kedinginan Jadi posisinya mirip orang yang lagi ngagojod dibawah selimut. Hehehe. Kakinya sudah terlihat panjang. Kepala nya besar. Tulang belulangnya sudah terlihat jelas. Dan akhirnyaaaaaaa monas nya pun terlihat. Ada 2 biji dan 1 bagian yang menonjol. It's a BOY sodara-sodara...  :D. Pantesan kemarin2 colekannya dia dari dalam perut kuat banget. 

Oh ya saya Mau cerita... Pertama Kali ngerasa gerakan baby dung dung itu pas week 16 keatas. Awal-awal kaya ada bubble Trus geter2, Trus kedutan, lama-lama pas week 20 mulai kenceng dan kerasa banget. Geli gimanaaaa gt. Baru kerasa klo ada makhluk hidup dalem perut itu pas week 20. Gerakannya intens apalagi klo diajak ngobrol. Berasa ngasih respon. Kadang gerakannya lembut. Kadang keras menghentak. Duk.. Duk... Kadang juga kaya ombak. Gabjsa diem. Hehehe subhanallah. Ummi hepi nak klo kamu gerak. :*

Lanjut ke cerita USG, Ayah baby dung dung happy bukan main pas dikasih tau Dokter nya "ini laki nih.... Ini bijinya 2, Nah ini yang nguncup kaya monas ini burungnya..." Subhanallah.
Dedek dung dung berarti kasep ya nak.... Ummi nanti paling cantik dooong. :D

Sebenernya apapun jenis kelaminnya... Yang terpenting adalah dia selalu sehat, normal tanpa kurang satu apapun, cerdas, membanggakan dan bisa membawa kebaikan untuk semua. Aamiin. Sehat ya nak... Sholeh kasep bageur...  Kiss kiss.

Di akhir pemeriksaan saya diberi lembaran untuk melakukan tes laboratorium. Isinya harus tes darah lengkap, urin lengkap, glukosa darah puasa, sama HBsAG (pemeriksaan hepatitis). Sebelum pemeriksaan pun saya wajib puasa dari jam 10 malam sampai pemeriksaan selesai. Bismillah semoga sehat dan hasilnya normal semua yaaa. Aamiin.

Next pemeriksaan lab pertama..... With baby dung dung. :*
Bismillah ya nak...

Sunday, January 21, 2018

Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan

Alhamdulillah kemarin 21 Januari 2018 acara tasyakuran 4 bulan kehamilan baby dung dung rampung dilaksanakan. Saat kontrol kemarin saya sama suami sempet nanya kapan tepatnya janin berusia 4bulan. Dokter bilang nanti tanggal 25 januari. Jadiii ternyata bulan kehamilan itu tetap dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Hari pertama haid terakhir saya itu tanggal 25 September 2017. Nah dihitung lah bahwa setiap tanggal 25 itu ada pertambahan bulan usia kehamilan. Makanya penting banget sebelum Hamil untuk selalu mencatat HPHT ini. Biar mempermudah Dokter periksa dan menghitung usia kehamilan. Berhubung saya punya notebook weekly jadi saya selalu rutin menandai kapan saya haid dan kapan selesai haid sejak sebelum menikah. Hehe hehe.

Seharusnyaaaa tepat 4 bulan itu tanggal 25 *menurut perhitungan manusia* tapi wallahualam kapan tepat 4 bulan itu. Karena kita ga pernah tau kapan sperma dan ovum itu bertemu sampai jadi zigot dan embrio. Jadinya saya sama keluarga besar memutuskan untuk memajukan tasyakuran ini di tanggal 21.

Susunan acara kemarin itu....
1. Pembukaan dari ibu MC (kebetulan Ibu punya group pengajian jadi sudah ada MC biasa yang membuka acara pengajian biasa). Ibu MC ini membuka acara, menyampaikan susunan acara dan mengatur jalan nya acara.
2. Sambutan dari suami
3. Membaca ayat suci al-quran bersama-sama. Surat nya itu Dari Al fatihah, al-ikhlas, al-falaq, an-naas, ar-rahman, ayat-ayat pilihan dari al-mu'minun, al-kahfi, maryam, al-baqarah. Ayat2 yang berhubungan dengan penciptaan manusia intinya.
4. Ceramah dari ustadz
5. Doa penutup oleh ustadz
6. Nyemil2 sambil ngobrol
7. Pulang sambil dibagiin cangkedong hehe atau bingkisan yang isinya nasi box + snack
8. Selesei....beberes rumah again. Hehehe

Kemarin ustadz yang hadir itu ustadz ishaq. Ustadz yang sama seperti dulu saat nikahan saya sama suami. Hehe Ustadz nya keren. Isi ceramahnya bagus. Singkat isi ceramahnya adalah....
Kata beliau acara tasyakuran 4 bulanan itu tidak dicontohkan rasulullah SAW, Tapi ada ayat al-quran yang menyatakan bahwa apabila kita memiliki kabar gembira, dan rasa syukur sampaikanlah. Jadi acara 4 bulanan itu adalah acara sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dan Di bagikan rasa syukur ini ke orang-orang terdekat bahwa Alhamdulillah Allah telah menitipkan amanah besar pada kami berupa embrio yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam rahim saya. Intinya seperti itu.
Selain itu ustadz nya menyampaikan proses penciptaan manusia sesuai ayat al-quran sampai menuju kematian. Subhanallah pokoknya materi ceramah ustadz nya. :')

Alhamdulillah acara nya berjalan lancar dan khidmad. Saya sama suami sampai terharu cirambay berkaca-kaca, banyak yang mendoakan kemarin akan kesehatan dan keselamatan Ibu dan bayi nya. Semoga Allah ijabah. Semoga Allah kabulkan. Aamiin.

Sehat sempurna bahagia ya sayang. Saat ditiupkan ruh nya nanti semoga perjanjian yang kau buat dengan Allah adalah perjanjian yang baik. Perjanjian yang membawa kebaikan dunia dan akhirat. Aamiin. Aamiin ya Robbal'alamiin.
:')

Wednesday, January 17, 2018

USG keempat

Hari ini.... Kita kembali kontrol ke dr. Ruswana. Akhirnyaaaa ketemu abah kasep lagi ya naak. Hehehe. Kali ini kita kontrol tepat di minggu ke 16. Tujuannya buat persiapan 4 bulanan dan temu kangen sama baby dung dung.

Cerita kenapa disebut baby dung dung adalah... Karena Kemarin2 suami gemes banget sama badan saya yang bulat disemua sisi entah itu bagian depan,  belakang apalagi dibagian perut. Dan setiap suami Mau peluk mungkin rasanya kaya peluk Teletubbies yang mantul Sana mantul sini, akhirnya tiap pelukan dia langsung spontan bilang "dung..... Dung...." Hahahaha astagfirulloh. Jadinya baby nya sering dipanggil dung dung sambil diusap2. Jadinya ayahnya punya sebutan spesial buat baby nya namanya baby dung dung. Hahahaha

Lanjut ke cerita kontrol, hari itu antrian ke dr. Ruswana tidak terlalu mengular. Kami mendapat Nomor antrian ke 11. Nomor cantik buat kami. Hahaha. Selalu ajaaaaa apa2 ada 11 nya. Lucky number banget pokoknya itu 11. Setelah menunggu sambil disela sholat maghrib akhirnya kami pun dipanggil. Dengan senyum khas nya yang ramah dan ke-bapak-an, beliau langsung menyambut dan menanyakan ttg ada keluhan atau tidak. Kami jawab tidak. Paling beser, sakit pinggang dan sesekali pusing. Kata beliau ah itu mah Hal yang lumrah buat Ibu hamil.

Setelah itu saya langsung digiring ke tempat tidur untuk menengok kabar jabang bayi yang saya kandung. Kami memilih dr. Ruswana Karena beliau selalu sabar setiap Kali USG janin. Sabar bukan main. Dicari bayi Dari segala sisi sedetail mungkin. Itu yang membuat kami puas tiap Kali berobat ke dr. Ruswana.

Saat mulai USG, si bayik sudah besar dan sudah terlihat seperti bayi. Saat USG 12 minggu kemarin dia masih berupa buntelan cinta, tapi sekarang sudah lebih menyerupai anak bayi kecil imut2. Hehehe. Kami yang memperhatikan dari layar terus-menerus tersenyum bahagia. Happy bukan kepalang. Saat di USG pun si bayik sudah gerak2. Tanggannya kesana kemari seperti sedang menari melambai-lambai kan tangan. Kadang ditekuk dan bergaya seoalah2 bilang "ampun... Capek deeeeeh", hahahaha. Sesekali juga dia meringkuk malu-malu sambil gerakin tangan dan paha nya. Subhanallah. Walhamdulillah walaailaahailallah. Allahu Akbar. T.T cirambay ummi sama ayah naaaak. Kiss. 😍😘

Sehabis USG dokter bilang bagus dan sehat. Alhamdulillah. Berat nya sudah 165 gram. Tapi sayang jenis kelaminnya belum bisa ditentukan Karena posisi bayi yang lagi membelakangi ayah ummi nya dan masih terlalu imut2. Hehe. Biar jadi surprise ya naaak...?

Dokter menyarankan untuk melanjutkan vitamin folamil genio ditambah kalsium merk elkana...

Sehat terus yaaaa sayang nya ayah ummi.... We love you so much baby dung dung.... 💋💋💋💋💋💋💋

Sekian cerita baby dung-dung minggu ini. Semoga sehat, lancar dan selamat sampai nanti lahir ke dunia. Aamiin.
Next Tasyakuran 4 bulanan yaaa. Bismillah.

Thursday, December 28, 2017

USG ketiga

USG Kali ini.... Kita ga janjian sama dr. Ruswana dikarenakan saya baru tiba di Bandung setelah pindahan Dari pangandaran pas hari libur dan weekend. Daaaan Karena saya sama suami sudah ga sabar ketemu si jelly bean yang sudah dibawa kesana kemari jalan jalan jauh ungkat angkut barang pindahan sambil begadang. Sempet khawatir. Jadinyaaaa kita memutuskan untuk kontrol hari minggu sehari sebelum libur natal.

Biasanya dr. Ruswana praktek hari minggu (katanyaaa) tapi berhubung beliau sedang tidak praktek, kita memutuskan untuk kontrol ke dr. Irnawaty. Cumaaa beda tempat. Biasanya di limijati, sekarang di hermina pasteur. Karena beliau praktek minggu siang di hermina.

Pas periksa, Dokter nya super duper kilat. Masuk ruangan saya langsung disuruh naik kasur, USG, geser2, turun, kasih vitamin, udah. Weeeewww
Beda Kalo kontrol ke dr. Ruswana yang santai dan Cari interpretasi hasil USG sedetail mungkin dan sebagus mungkin untuk di print bahkan dicari detak jantungnya sedetail mungkin. Aaaaah kecewaaaa.

Tapiiii Alhamdulillah dedek bayik sehat. Tadinya segede jelly bean sekarang udah segede baby Tedy bear. Awalnya 8 mili, sekarang udah 6 senti. Alhamdulillah dia tumbuh dan berkembang dengan sehat. Jazakallahu khairan katsiran ya Allah..... T.T

Sekarang perut juga udh melebar. Menggembung kedepan. Buncit dan bucitreuk. Gapapa asal kamu sehat ya naaak. :*

Ayah sama ummi cintaaaaa. LOVE
Sehat lancar lunsur langsar sampai lahiran yaaa aamiin. Aamiin.
Alhamdulillah ya Allah.... T.T

Wednesday, November 15, 2017

USG kedua

4 hari pasca USG pertama, kami melakukan USG kembali. Bukan.... Bukan Karena apa-apa tapi Karena sehari setelah pulang periksa di Banjar waktu itu saya langsung terserang demam dan flu berat. Mungkin selain Karena imun saya sedang drop dan harus ikut acara forkes di pantai pangandaran, saya juga tertular suami yang sedang flu saat itu.

Jadi urutannya, imun rendah --> kecapekan --> sok-sok kuat --> ikut forkes di pantai --> demam + flu berat

Akhirnya minggu sore saat suami akan pulang ke Bandung, saya ikut pulang ke Bandung. Itupun naik Bus yang grusak grusuk, kereta ekonomi, dan baru tiba2 di Bandung sekitar pukul setengah 1 malam. Sempat khawatir juga dengan kabar kandungan saya karena sepulang forkes langsung dibawa pulang ke Bandung. All day long activity pokoknya. Di jalan tetep istigfar, dzikir dan positif thinking. Berharap si janin akan kuat seperti ibunya. Eaaaah. :D

Sesampainya di Bandung, saya langsung demam dan meriang. Mulai batuk pilek meler dan susah menelan ditambah badan lemah letih Karena efek sedang Hamil muda. 3 hari sampai rabu saya coba istirahat kan. Ga minum obat sama sekali. Cuma banyakin minum air putih, minum madu, bahkan sampai ngunyah jahe mentah. Demi si batuk hilang. Tapi ternyata tidak mempan. Hampir siang malam batuk terus mengganggu, gatal dan sekali nya batuk badan langsung berguncang hebat.

Suami mulai khawatir, khawatir akan si jabang bayi di dalem perut yang terus2an kena tekanan saat Umi nya batuk. Kami pun memutuskan untuk berobat ke Dokter kandungan. Niat awal Hanya berobat batuk, tp ya sudah lah saat perawat nya nanya kenapa saya bilang,

"Saya sudah telat 3 minggu an. Sudah tespack Alhamdulillah positif. Sama ini saya batuk pilek dan meriang."

Kami pun berobat ke Dokter kandungan seakan-akan itu adalah kunjungan pertama setelah positif. Ya sudah lah. Awalnya khawatir takut yang terlihat Hanya kantungnya saja seperti pemeriksaan di banjar saat itu. Tapiiii....... Saat Dokter mulai periksaa.

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahailallah Allahuakbar....

Si janin, my jellybean sudah tampak. Jantungnya pun kembang Kempis. Berdetak berirama beraturan. Kata Dokter nya...

"Wah bener nih Hamil nih, ini kantung nya,  ini janin nya, ini...... Bentar coba saya geser ya...., Nah.. Ini detak jantungnya. Bagus. Detaknya teratur.
Ini namanya mudigah, walaupun belum bernyawa tapi sudah berdetak jantungnya..."

Saya sama suami cuma bisa bilang subhanallah...... Dan terharu. Ya Allah..... Perasaannya luar biasaaaaaaaaa. Alhamdulillah T.T cirambaaaay. Makasih ya Allah.

Sehat terus yaaaa naak, sudah dibawa naik roller coaster Pangandaran - Bandung sama ayah dan umi, sudah diajak kesana kesini kerja rodi cabut Gigi ditambah batuk pilek flu meriang. Kuat ya nak. Hebat. Besok kita naik roller coaster lagi. Semangat!!!

Semoga sehat. Semoga lancar. Semoga bahagia. Dan happy ending.
Bismillah. Alhamdulillah.



Saturday, November 11, 2017

USG pertama

Entah kenapa kita selalu berjodoh dengan angka 11. Kita pertama Kali USG kehamilan pertama tanggal 11 bulan 11 tahun 2017. Hehehe

Kita memutuskan USG cepat2 Karena tidak sabar dengan apa yang sebenarnya ada di dalam perut saya sehingga darah haid tak kunjung keluar. Semoga isinya kabar baik dan kabar bahagia. Aamiin.

Sabtu pagi kami berangkat pagi-pagi ke kota banjar. Jarak tempuh nya 1 jam menggunakan bus berukuran 3/4 yang pengemudinya kadang kebut-kebutan. Tapi bismillah semoga aman dan selamat sampai tujuan.

Setibanya disana ternyata kita kepagian. Datang pukul 8, sedangkan Dokter br praktek pukul 9. Akhirnya kita memutuskan mencari sarapan dan jalan2 di alun2 kota banjar. Sudah bosan jalan2 kita masih harus menunggu karena Dokter kandungannya ternyata tiba lebih siang setengah jam.

Setelah menunggu akhirnya nama saya dipanggil. Mulai lah pemeriksaan USG. Sambil Dokter nya kepoin kami berdua :

"Usia berapa?"
"27 Dok"
"Telat ya nikahnya"
"Saya nikah 25 Dok, br Isi sekarang maklum jauhan sama suami"
"2th baru Hamil?????"

Dokter pun terkaget2. Ah sudah biyasaaaa. Hasil USG mulai tapak di layar hadapan saya. Terlihat kantong plasenta tapi blm nampak si jabang bayi. Ukuran nya 6w6d. Seharusnya biasanya sudah tampak namun ini ternyata belum tampak. Kami Mulai deg2an. Ya Allah.....

Dokter Hanya meresepkan vitamin nutrimama untuk 15hr ke depan dan kontrol 2 minggu kemudian. Dokter nya bilang semoga 2 bulan ke depan sudah ada janin nya. Bidan asisten sebelahnya menambahkan, kalau belum kelihatan terpaksa dikeluarkan.

Hhhhh bidannya nyebelin. Bikin saya sama suami saat keluar ruangan berat hatinya dan berat beban pikirannya. Pulangpun kami dengan beban.

Bismillah ..... Ya Allah Engkau Maha Pengabul Doa. Kabulkan Doa Kami. Jika Engkau berkehendak Jadi maka Jadi lah. Kun Fayakun.

Ikhlaskan dan pasrahkan selalu kami akan segala keputusan dariMu ya Rabb. Bila memang ini Rizki kami permudahkanlah, namun bila bukan, ikhlaskan hati dan pikiran kami. Kami hanyalah Hamba yang mengharap ridho Dari Mu ya Rabb.

Laa Haulaa walaa quwwata illa billah....
Rabbii hablii milladunka dzurriyatan thoyyibah innaka samii'udduaa

Sunday, October 29, 2017

Once upon a time...

Kali ini saya Mau cerita tentang Maha Dasyat nya Skenario yang Allah buat untuk makhluk Nya. Yang bahkan diluar nalar duniawi dan rasanya seperti ajaib.

2th selama menjalani lika-liku pernikahan kami, tak pernah terbayangkan bahwa cerita hidup dan jalan rejeki yang Allah beri akan se-sempurna ini. Saya dan suami lebih banyak kufur daripada bersyukur akan nikmat yang Allah beri. Astagfirulloh. Astagfirulloh. Astagfirulohal'adziim. T.T

Bayangkan, sehari sehabis pesta pernikahan saja kami sudah melupakan nikmat nya menikah. Yang bahkan banyak diluaran Sana masih bermimpi dan berkhayal untuk bisa segera bertemu jodohnya atau terkumpul Rizki nya untuk segera menikah. Kami bukan sibuk bersyukur tapi sibuk berharap harapan baru akan hadirnya buah hati. Padahal menikmati peran baru sebagai suami istri pun belum lengkap dijalani.

Tapi Allah terus mencurahkan cinta kasih dan rejeki yang luar biasa kepada kami walaupun kami jarang sekali bersyukur. Yang baru kami sadari saat ini saat potongan puzzle selama 2th ini mulai terangkai berbentuk cerita yang jika dijadikan Skenario film akan jadi film yang bermakna.....

Belum genap 1 minggu menikah kami sudah bisa beli Mobil baru. Saya sudah punya tempat praktek pribadi. Belum lagi saya mendapat kesempatan dapat tempat tinggal Kontrakan baru yang baru saja dibangun. Semuanya saya dan suami Isi dengan perabot2 baru; Kasur baru, Lemari baru, kompor baru, dan TV baru. Bahagia layaknya para Pengantin baru yang sedang membuka lembaran hidup baru.

Bulan demi bulan dijalani, Allah tak henti memberi banyak kejutan. Kami tak pernah kekurangan rejeki. Allah mudahkan kami untuk bisa menabung setiap bulan yang pada akhirnya tepat setahun pasca menikah, kami mendapat hadiah motor dari bank tempat kami menabung. Kami senang tidak terperi. Bergulat batin apakah ini mimpi atau kenyataan.

Capaian-capaian kecil yang kami impi-impikan sebelum menikah pun lambat laun Allah permudah. Bisa jalan-jalan, bisa makan enak, bisa ajak orang tua senang-senang, bisa beli sesuatu barang, jadi moment terbaik selama kami menjalani 2th pernikahan ini yang kadang lupa untuk kami syukuri. Padahal kami tak pernah membayangkan akan seperti apa kehidupan kami setelah menikah. Yang kata banyak orang bilang bahwa Rejeki makin berlipat setelah menikah mulai terasa oleh kami. 

Tapi....Jarak dan waktu selalu jadi kendala saya untuk tidak bersyukur akan nikmat maha sempurna yang Allah beri untuk kami. Saya lebih banyak mengeluh, marah-marah, sedih, Karena rasa kesepian dan lelah berjauhan dengan suami. Kadang hampir menangis tiap malam dan menyalahkan keadaan. Beruntung, suami saya tipe orang yang luar biasa sabar, tak pernah terdengar nada melengking, atau hentakan saat lelah mendengar keluh kesah istri nya yang hampir tiap hari mengeluh.

Astagfirulloh astagfirulloh..... Astagfirullohhal'adziim......

Belum lagi masalah keturunan. Hampir setiap obrolan tentang ini kami selalu berselisih paham. Saya yang tipe orang medis apa-apa Harus sesuai protap dan SOP dan suami tipe orang teknik yang lebih memilih praktek ketimbang teori membuat kami sering berdebat satu sama lain. Setahun belakangan jadi taun terlelah bagi kami. Selain Harus selalu berdebat, kami Harus menjalani berbagai pemeriksaan dan mendapat hasil yang kurang membahagiakan.

Tapi Allah selalu membuat kami sadar bahwa setiap segala sesuatu ada waktu terbaik nya. Kami diajarkan untuk selalu bersabar dan besyukur. Allah beri kesedihan tapi diujung Sana Allah janjikan Kebahagiaan. Akhirnya tepat 2th pernikahan kami, kami dikaruniai 2 garis merah pada test pack kehamilan. Dan Allah permudah untuk menghidupkan janin yang saya kandung dalam keadaan sehat tanpa keluhan apapun walaupin kondisi saya saat itu masih berjauhan dengan suami dan Harus menempuh perjalanan 8 jam setiap Kali ingin bertemu keluarga. Allah maha Baik. Allah maha segala-galanya. :')

Tak berhenti dari situ, Allah selalu mencurahkan kebaikan nya pada kami. Tepat saat saya pindah ke Bandung untuk mencari ridho suami, mertua sudah menyelesaikan renovasi rumah untuk bisa kami tinggali. Saya dan suami pun tidak kebingungan mencari tempat tinggal setelah pindahan dari Pangandaran. T.T sesempurna itu rejeki yang Allah limpahkan pada kami.

1 bulan pasca pindahan sambil bebenah di rumah baru, saya blm kunjung mendapat pekerjaan pengganti. Tapi Allah lagi-lagi Maha baik. Saya mendapat lowongan untuk mengisi tempat praktek di daerah dekat rumah. Penghasilan nya pun lumayan. Alhamdulillah. Sampai pada akhirnya mendapat rejeki untuk bisa kembali bekerja di Puskesmas tidak jauh dari rumah.... Alhamdulillah.

Ditambah lagi saya dan suami mendapat rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka sehingga kami bisa mulai membeli rumah baru. Walaupun Harus dengan mencicil....

Allah lagi, Allah terus, lagi-lagi Allah. Allah yang karuniakan skenario sesempurna ini. Alhamdulillah. Alhamdulillah ya Allah.
Maafkan kami yang masih lalai dalam beribadah kepadamu padahal nikmat yang Engkau beri sungguh tak pernah lalai dan selalu sempurna. T.T

Astagfirulloh... Astagfirulloh hal'adziim.

Thursday, October 26, 2017

Alhamdulillah

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahailallah Allahuakbar...

Alhamdulillah... Akhirnya penantian kami selama 2th ini terbayar sudah. Tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang kedua, 2 garis Merah itu muncul. Awalnya Samar, namun lama-lama mulai terlihat jelas. Saya Positif!!!!

Tak pernah terbayangkan bagaimana rasanya mendapat hasil positif pada test pack yang masih tersisa satu buah di laci lemari kontrakan. Yang pernah sempat membuat trauma untuk menggunakannya setahun yang lalu. Hehehe.

Cerita ini di mulai ketika hari ke 29, perut saya terasa keram mules seperti Mau haid. Sudah hopeless saja, mungkin ini memang pertanda akan datang Haid. Ga terlalu sedih juga Karena sudah biasa. Akhirnya setiap pergi saya bawa pembalut. Bahkan dipakai. Takut kalau-kalau bocor di jalan. Saya tunggu sampai hari ke 32 darah haid tak kunjung keluar. Perut keram mules pun semakin berkurang. Saya tetep biasa saja krn pernah mengalami haid keluar di hari ke 35. Tp rasa penasaran itu muncul. Penasaran untuk mencoba melakukan tes dengan test pack yang ada.

Kemarin...sesaat sebelum ambil wudhu untuk sholat subuh saya coba tes urin. Setelah ditunggu beberapa detik, mulai terlihat 1 garis. Hanya 1 garis. Hopeless. Saya pun melanjutkan mengambil air wudhu. Sebelum bergegas sholat subuh, saya intip lagi hasil tes urin tadi. Sekarang garis nya ada 2!! Tapi garis satu nya masih sangat amat Samar.

Saya mulai deg2an, kepikiran apakah saya benar2 Hamil???. Saya pun mencoba tenang. Tetap kalem melaksanakan sholat subuh dan membaca Al-Ma'tsurat. Setelah selesai saya pandangi lagi tes pack nya. Tetap 2 garis. Saya kabari suami lewat foto WhatsApp. Suami bingung. Saya juga bingung. Hahahaha.

Akhirnya kita memutuskan untuk tetap berdoa semoga ini kabar baik untuk kami bahwa di dalam perut saya memang ada janin yang sehat dan berkembang dengan baik.

Kini kami Hanya bisa menunggu sampai Nanti tiba di minggu ke 7 saat saya pulang ke Bandung untuk memastikannya dengan pemeriksaan USG.
Semoga sehat. Semoga berkembang. Dan semoga selamat sampai Nanti kita berjumpa. Aamiin. Aamiin. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Robbii hablii minaasshoolihin.

Tuesday, May 30, 2017

Sahur dan Buka Jaman Jahiliyah

Ini adalah ramadhan ke - 3 di Tanah rantau. Sendiri. Alone. No family. No seru-seru. Bisa bayangkan kan yaaa gimana rasanyaaa. Tiga taun sodara-sodara. Dan ini tahun ke 2 ramadhan tanpa suami.

"Apa yang sedang dicari neeeeng... ?"
" Cari uang..."
"Emang uang eneng hilang?"
"..............................."

Sedih siih. Tapi coba bandingkan sama Ibu kos-kosan yang udah LDR an sama suami selama 20th. Suami nya pulang tiap 2-3 bulan sekali. Kadang lebaran aja tuh ga pulang.

Atau coba deh bandingkan sama adik kelas yang suami nya kerja di Kalimantan. Yang pulang nya tiap 6 minggu sekali. Dan ketemu selama 2 minggu full trus di tinggal lagi 6 minggu. Klo istilahnya sih LDR 6-2-6. Hahaha.

Ada lagi yang sudah LDR selama 9 th dengan jarak dan ritme yang sama seperti saya dan suami. 9 tahun meeen. Kita br 3 th. (Dan cukup 3th aja ya no lama-lama. No again. )

Kadang kita ngeluh sama keadaan kita saat ini padahal diluar sana ada yang jauuuuuuh lebih menyedihkan dan patut dikeluhkan dibanding keadaan kita. Yakaaan yakaaan.

Jadiiiii
Ya sudah lah. Kita coba belajar sabar. Syukur. Dijalani dulu. 7 bulan lagiiii. Dibawa heppiiii. No sedih-sedih. No drama. No lebay.

Harus setrong... Karena pelangi selalu datang setelah hujan.

*self note. Self reminder.*

Sunday, May 21, 2017

Unigen dan Q10 plus - PPE 7

Udah lama banget ga update sama perjalanan promil kami. Selain Karena terhalang kesibukan kami masing-masing, kami masih mengumpulkan pundi-pundi untuk melangkah ke tahapan selanjutnya. Karena ternyata melakukan program promil itu menguras kantong, energi dan air mata. Seriusan. Ga boong. Hehe

Suami lagi sibuk sama kerjaan nya dan pesawatnya yang belum kunjung lepas landas. Dan saya masih sibuk berkutat sama kerjaan Puskesmas dan praktek sore di Klinik yang lumayan menguras energi. Sambil disela sama kerjaan rumah tangga seperti nyuci baju, nyetrika dan beresin Kontrakan. Rasanya waktu cepet banget berlalu. Tiba-tiba aja udah malem. Tiba-tiba aja udah subuh lagi dan Harus siap-siap ngantor lagi. Dikerjain Dari senin sampai sabtu dan itupun klo lagi ga pulang kampung  ke Bandung. Klo sudah sampai Bandung sudah beda lagi ceritanya. Harus kesana kesini. Urusin suami yang selama ini *tidak* terurus. Maafkan istrimu ini ayah... :*. Nyuciin bajunya dan *Kalo sempet* setrikain bajunya, gantiin spreinya, cuciin handuknya, perbaiki gizi nya. Hahaha. Ternyata lelaki tanpa istri itu hidupnya sungguh berantakan. Baju Kotor dimana-mana. Sprei setaun ga ganti2. Handuk bau ttp aja dipake Mandi. Klo lapar dan gada makanan Cuma bisa masak indomie. Ooh lelaki...yang kau butuh kan hanyalah seorang istri. Hihihihi.

Tapi apa daya... LDR yang tinggal 7 bulan ini Harus masih tetap dijalani. Bismillah. Semangat. Sabar ya cintaku... Sayangku...
Cerita intro kepanjangan ya... Haha. Jadiiii... Kemaren2 temen seperjuangan PTT di Pangandaran sini yang seorang dokter sedang menjalani program bayi tabung (ivf). Cerita banyak lah dan saya sedikit nanya2, ttg habis biaya berapa, gimana rasanya, dimana jalaninnya. Gitu2. Dan dia memberikan beberap saran sama saya untuk dicoba.

Masalah dia dan suami sebenernya hampir sama. Masalah sama suami yang kualitas dan kuantitas sperma nya kurang baik. Cuma beda etiologi nya aja. Suami nya krn kegemukan dan suami saya krn varises. Nah, selama program IVF itu sang suami dikasih vitamin yang alhamdulillah merubah kuantitas sperma nya. Obatnya itu Unigen dan Q10 DS.

Dia nyaranin untuk coba suplemen tersebut. Karena suaminya setelah rutin minum suplemen tersebut kuantitas nya membaik. Akhirnya saya searching di apotek K24 Bandung untuk Tanya suplemen tersebut. Kata apotekernya suplemennya ada tapi Harus pesen. Ya sudah lah ya, saya pun pesen suplemen untuk dikonsumsi 1 bulan.

Total biaya untuk suplemen itu sekitar 1,5jt an. Lumayan yaaa. Tp ya sudah lah, namanya juga ikhtiar. Bismillah. Jadi saat ini suami lagi dirutinkan minum 2 suplemen itu. Oya untuk Q10DS kebetulan ga ada jadi suami di ganti minum Q10 plus. Sama aja sih Cuma beda dosis. Klo Q10 DS itu dosisnya lebih strength.

Progress nya sih belum keliatan. Cuma Kalo kata suami, air mani nya jd lebih banyak dan lebih kental. Warnnya pun lebih putih pekat.

*maaf ya klo porno*
Dulu-dulu klo misal saya sama suami berhubungan sehari 2-3 Kali atau setiap hari, air mani yang keluar dikit banget dan lebih bening. Kaya mazi aja yang keluar. Tapi setelah minum suplemen nya, klo berhubungan lebih Dari sekali dalam sehari atau setiap hari, air Mani yang keluar tetep banyak dan tetep kental kaya klo berhubungan 3hr/x atau seminggu sekali. Gatau ya kenapa. Beda aja.

Sekian cerita progres program kami. Semoga bisa membuahkan hasil. Selain suami minum 2 suplemen itu, insyaallah saya udh siapin obat blesifen untuk menstruasi bulan depan *semoga ga mens* aamiin.

Bismillah. Mudahkan ikhtiar kita ya Rabb. Aamiin . . .

Family Goal

Sempet berpikir ga sih setelah nikah mau ngapain. Atau pernah ga sih duduk bareng pasangan berdua nulis sesuatu tentang pencapaian yang ingin dicapai di minggu-bulan-tahun pertama setelah menikah. Sebenernya terkadang kita ga butuh nulis sesuatu itu di kertas. Hitam diatas putih. Kadang Cuma dengan diomongin aja itu bisa bikin kita semangat buat jalan in hari-hari supaya pencapaian kita tercapai...

Nah, saat ini saya sama suami kadang kekeuh-keukeuhan sama pencapaian kita di tahun2 pertama pernikahan. Saya punya target tersendiri, suami pun sama. Dan kadang ga sama. Walopun ujung2 nya kita bikin kesimpulan untuk nyamain persepsi dan done. Suami pun Tipe suami yang luar biasa sabar dan penyayang. Alhamdulillah.

Saya selalu menghargai apa yang suami suka. Akhir2 ini suami lagi suka dan pengen banget punya PC gaming/PS4 dan motor racing. Awal-awal saya ga setuju beliau buat beli semua itu. Karena menurut saya itu barang2 yang ga terlalu penting dan ga menunjang Masa depan. Tapiii Karena hampir tiap hari beliau searching, streaming YouTube ttg semua keinginannya. Akhirnyaaaa..  Saya memutuskan untuk menyetujui pencapaian dia untuk punya PC gaming dan motor racing. Walopun beliau Harus sabar Karena hrs beli nya one by one.

Saya sebagai seorang istri yang mungkin *kokolot begog* lebih memilih untuk invest ke hal lain dibanding beli sesuatu yang terkesan mengejar nafsu belaka. Dan pencapaian saya termasuk pencapaian besar. Semisal pencapaian untuk bisa punya rumah, punya Tanah, bisa umroh, punya tabungan Naik haji, dan punya kendaraan di usia muda. Terkesan ga menikmati hidup sih keliatan nya. Hahaha.
Eh tapi jangan salah. Untuk urusan pencapaian pribadi kecil2 an sih alhamdulillah selalu tercapai. Karena mungkin saya punya penghasilan sendiri, jadi saya jarang banget berbagi pencapaian kecil ini ke suami. Misal bulan ini pengen punya make up ini, sepatu ini, baju ini, dll. Itu diluar konteks berdua. Privacy area. Dengan ijin suami tentunyaaa...

Kalo menurut sayaaaa pencapaian pernikahan itu Apa sih. Pencapaian yg paling ingin saya capai ga lain ga bukan adalah ingin hidup bahagia, punya anak-anak sehat, punya tempat tinggal, punya kendaraan, bisa jalan-jalan, bisa nikmatin ibadah, bisa selalu sehat, bisa berbagi sama orang terdekat maupun terjauh. Cuma itu kan. Ga neko-neko. Semua orang pun seperti nya sama. Hmmmm.

Ga berlebihan. Yang penting cukup.

Kadang saat kita lihat pencapain orang lain dan semangat mancapainya dengan cara mereka, kita jadi buyar dan ga fokus sama target pencapaian kita. Orang punya apa ingin ikut2an. Orang sedang lakukan ini itu ingin ikut2an juga. Itu benar2 bahaya. Karena kita jadi melemah untuk mencapai target dan jatohnya kurang bersyukur.

Jadinya
Sekarang saya sama suami selalu menekankan pada diri sendiri bahwa kita punya target tersendiri dan Harus bisa menggapinya. Eah. Jangan pernah lihat samping kanan atau samping Kiri. Karena bakalan bikin mupeng Sana sini. Tapi liat ke bawah untuk bersyukur dan lihat ke atas untuk bersabar. That's the point.

Dan yang paling utama adalah.... Allah. Akhirat. Ibadah. Karena Cuma itu kunci hidup bahagia dan sukses. Ibadah!! Ibadah!! Ibadah!! Minta semuanya sama Allah. Karena akhirat lebih utama daripada dunia.
*tsaaaaah*

Bismillah. Yuuuk suami. Kita rajinkan ibadah dulu. Klo sukses mah itu bonus...
:*